SUKSES Lille OSC (LOSC) menjuarai Ligue 1 musim lalu secara tidak langsung karena pondasi kokoh yang dibangun oleh Gerard Lopez. Meski LOSC juara semusim setelah Lopez melepaskan saham kepemilikannya, pilar-pilar Les Douges banyak datang di era pengusaha 49 tahun itu.

Bukan hanya menanamkan pondasi di skuad LOSC, Lopez yang berpaspor Spanyol-Luksemburg itu juga berjasa menyelamatkan Les Dogues selamat dari ancaman degradasi pada musim 2017–2018.

Musim ini, Lopez menjadikan Girondins Bordeaux sebagai tantangan baru. Dia resmi membeli saham mayoritas Les Girondins per 23 Juli yang lalu. Padahal, Girondins Bordeaux terancam bangkrut setelah pemilik lama, King Street Capital Management, tak sanggup lagi menyokonh finansial klub.

”Ini bukan operasi pemulihan, melainkan operasi penyelamatan,’’ kelit Lopez tentang alasannya mengakusisi Girondins Bordeaux kepada RMC Sport.

Mantan bos tim F1 Lotus itu sepertinya berusaha mengerem ekspektasi berlebihan mengingat musim lalu Girondins Bordeaux hanya klub yang finis ke-12 di Ligue 1. Tapi, mendatangkan pelatih sekaliber Vladimir Petkovic sepekan setelah mengakusisi klub, Lopez dinilai tetap membidik prestasi.

Tentu saja prosesnya bertahap seperti saat Lopez sedikit demi sedikit mendekatkan LOSC ke puncak klasemen di Ligue 1. Dari runner up 2018–2019, lalu finis keempat pada 2019–2020, hingga mengangkat trofi musim lalu.

”Tidak ada yang tidak mungkin dengan mimpi-mimpi Anda. LOSC telah menunjukkan musim lalu dan tidak salah kalau kami juga ingin bermimpi setinggi mungkin,” beber kapten sekaligus bek Girondis Bordeaux Laurent Koscielny kepada L’Equipe. (ren/dns)