JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi Pertamina yang berhasil menembus daftar 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune. Dalam rilis terbarunya, Fortune 500 menempatkan Pertamina di peringkat ke-287 dengan nilai pemasukan (revenue rating) sekitar USD 49,469 miliar.

Menurut Erick, prestasi Pertamina yang kembali mampu menembus daftar Fortune Top 500 tak terlepas dari daya saing yang tinggi perusahaan pelat merah tersebut. ”Saya optimistis kinerja Pertamina dapat lebih baik lagi. Dan, frame bagi Pertamina adalah mesti bersaing dengan kompetitor di level dunia,” ujarnya (3/8).

Erick berharap segala performa positif, baik di sisi bisnis maupun nonbisnis, Pertamina bisa terus ditingkatkan. ”Benchmark kita haruslah tinggi. Jadi, tidak cukup sekadar top 500, kita bisa lebih baik lagi. Mimpi kita bahwa Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar di dunia dan BUMN kita yang lain masuk juga ke top 500,” bebernya.

Berdasar Fortune Global 500 tahun 2021, Pertamina masuk peringkat ke-287 dengan nilai pendapatan pada tahun buku 2020 sebesar USD 41,47 miliar dan laba USD 1,05 miliar. Pertamina tercatat memiliki aset USD 69,14 miliar dan jumlah pekerja sebanyak 34.564 orang.

Adapun perusahaan migas internasional yang masuk daftar 10 besar Fortune Global 500, antara lain, China National Petroleum (CNP) dan Sinopec Group yang masing-masing menduduki peringkat ke-4 dan 5. Peringkat Saudi Aramco anjlok menjadi ke-14 yang pada tahun lalu menduduki posisi ke-6.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa dalam tantangan pandemi sejak tahun lalu, Pertamina mengalami triple shock sehingga pendapatan turun secara signifikan. Namun, dengan inovasi dan terobosan di seluruh lini bisnis serta transformasi organisasi yang tengah dijalankan, Pertamina mampu meningkatkan pendapatan perusahaan hingga USD 41,47 miliar dan mencetak laba USD 1,05 miliar pada 2020.

”Hal ini (Fortune 500, Red) juga merupakan pengakuan dunia internasional bahwa Pertamina sejajar dengan world class company lainnya,” ujarnya. (agf/c7/dio)