TEL AVIV– Kekalahan Paris Saint-Germain (PSG) dalam Trophee des Champions (2/8) bak jargon iklan komersial produk teh kemasan. Ya, siapa pun entraineur Lille OSC (LOSC), PSG tetap tidak berdaya. LOSC mempecundangi PSG 1-0 via gol gelandang Miguel Angelo da Silva Rocha alias Xeka pada menit ke-45.

LOSC yang turun di Bloomfield Stadium, Tel Aviv, kemarin dipimpin oleh pelatih baru Jocelyn Gourvennec. Bukan Christophe Galtier yang musim lalu mengungguli entraineur PSG Mauricio Pochettino dalam persaingan juara Ligue 1. Musim ini Galtier menyeberang ke klub Ligue 1 lainnya, OGC Nice.

Kemarin Gourvennec memainkan skema yang sama seperti yang dimainkan LOSC asuhan Galtier. Skema 4-4-2 masih menjadi kekuatan Jose Fonte dkk. ”(Kami memainkan skema yang sama seperti musim lalu) karena skema itu sudah punya benchmark dalam benak para pemain,” ungkap Gourvennec sebagaimana dikutip Eurosport.

Dari starting XI klub berjuluk Les Dogues itu musim lalu, Gourvennec praktis hanya kehilangan kiper Mike Maignan yang telah pindah ke AC Milan. Posisinya kemarin digantikan kiper asal Brasil Leo Jardim. Musim lalu dia dipinjamkan ke Boavista FC. Gourvennec kemarin juga belum bisa memainkan gelandang Renato Sanches karena masih mengalami cedera paha. Tetapi, Xeka yang menjadi pengganti malah mencetak gol penentu lewat proses yang indah.

Tidak heran kalau Gourvennec merasa masih ada kesuksesan Galtier kemarin. ”Gelar ini (juara Trophee des Champions) saya anggap berbagi dengan Christophe (Galtier) karena dia dan stafnya melakukan pekerjaan luar biasa sepanjang musim lalu. Dia membangun fondasi yang kukuh dalam tim ini,” beber mantan pelatih En Avant Guingamp dan Girondins Bordeaux tersebut.

Kepada Amazon Prime, pahlawan kemenangan LOSC Xeka menyatakan bahwa Les Dogues memang sudah punya standar permainan tersendiri. Alhasil, kepergian Galtier tak berpengaruh banyak. ”Ditambah semua pemain menjalankan sistem (permainan) dengan sangat baik malam ini (kemarin, Red),” klaim pemain asal Portugal itu.

Bek PSG Thilo Kehrer tidak memungkiri LOSC masih kompetitif seperti musim lalu kalau mengacu pada laga kemarin. ”Mereka bermain lebih realistis dan mampu bertahan dengan sangat bagus. Saya sudah bisa memperkirakan betapa sulitnya mengalahkan mereka musim ini,” ujar bek asal Jerman itu kepada PSG TV.

Seiring bek baru Sergio Ramos masih berupaya mendapatkan kondisi fisik yang prima, Kehrer kemarin dipercaya Pochettino sebagai starter di jantung pertahanan bersama Presnel Kimpembe. Pemain yang disebut terakhir itu sekaligus bertindak sebagai kapten tim seiring Marquinhos belum bergabung.

Selain Marquinhos, trisula lini serang Neymar Jr-Kylian Mbappe-Angel Di Maria juga belum berada dalam skuad PSG saat ini. Meski begitu, Les Parisiens sudah bisa memainkan pemain baru seperti bek kanan Achraf Hakimi dan gelandang Georginio Wijnaldum.

”Kami akan membangun potensi yang cerah musim ini begitu semua pemain kembali ke Camp des Loges (markas latihan PSG, Red),” ucap Pochettino seperti dilansir Le Parisien. Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu menganggap kekalahan kemarin hanya faktor luck. ”Laga digelar bukan di saat yang tepat. Coba dimainkan pada pertengahan musim, ceritanya pasti lain,” klaim pelatih yang akrab disapa Poche tersebut. (ren/c19/dns)