SERANGAN dari sayap kanan Paris Saint-Germain (PSG) bakal lebih menakutkan ketimbang musim lalu. Selain masih ada Angel Di Maria, musim ini ada tambahan dari Achraf Hakimi. Tampil penuh 90 menit melawan Lille OSC dalam Trophee des Champions (2/8) sudah jadi show-nya.

Bukan hanya dominan dalam aspek serangan PSG dari sayap kanan, Hakimi menunjukkan mentalitas tangguh menghadapi cemoohan fans di Bloomfield Stadium. Sepanjang laga, pemain berkebangsaan Maroko itu menerima boo setiap kali menyentuh bola. Cemoohan itu sepertinya terkait dengan cuitan di Twitter tentang dukungannya ke Palestina.

”Kami sudah mendengar itu (cemoohan ke Hakimi),” ungkap entraineur PSG Mauricio Pochettino seperti dikutip Maxi Foot.

Meski begitu, Poche memilih tetap mempertahankan Hakimi sepanjang laga. Pelatih berkebangsaan Argentina itu sepertinya ingin memaksimalkan kemampuan ofensif mantan pemain Inter Milan tersebut. Alasannya bukan semata karena PSG belum diperkuat trisula lini serang andalannya (Angel Di Maria-Neymar Jr-Kylian Mbappe).

Melainkan juga Hakimi sudah membuktikan bisa jadi pencetak gol kemenangan 1-0 PSG saat mengalahkan klub lokal Union Sportive Orleans dalam laga pramusim pada 25 Juli lalu. Itu adalah laga pertama Hakimi dengan kostum Les Parisiens.

”Dia sangat profesional, benar-benar fokus dengan pekerjaannya. Mentalitas seperti Achraf yang kami butuhkan dari tim ini,’’ ucap Poche tentang pemain berusia 22 tahun tersebut.

Berbicara dalam kolom surat kabar Paris L’Equipe, mantan pemain timnas Maroko yang saat ini menjabat asisten pelatih timnas Maroko Mustapha Hadji juga memuji keteguhan mental Hakimi. Hadji menyebut, Arra –sapaan akrab Achraf Hakimi-- sudah dapat memperkirakan potensi Hakimi dalam skuad Poche musim ini.

Kecepatan Hakimi dianggap Hadji bisa menunjang kecepatan serangan PSG. ’’Dia (Hakimi) bisa membawa banyak arus serangan. Perannya akan sangat dibutuhkan oleh Mbappe, Neymar, atau (Angel) Di Maria,’’ ulas Hadji.

Ditambahkan Hadji, Hakimi masih dalam adaptasi selama pramusim. ”Setelah masa adaptasinya itu selesai, saya rasa dia bisa menciptakan setidaknya sepuluh gol di Ligue 1,” klaim Hadji. (ren/dns)