Alasan utama Julian Nagelsmann terpilih sebagai der trainer Bayern Muenchen musim ini adalah kepiawaian memunculkan bintang baru. Itu karena Bayern memang dikenal lebih suka mencomot bintang dari klub rival di Bundesliga.

”Saya berharap dia (Nagelsmann) bisa menemukan pemain muda yang pada masa depan benar-benar dari klub kami,” ucap Presiden Bayern Herbert Hainer di laman resmi klub.

Sejak menangani TSG 1899 Hoffenheim kemudian RB Leipzig, Nagelsmann sukses menelurkan banyak talenta baru. Sebut saja bek tengah Bayern saat ini Niklas Suele hingga gelandang serang timnas Spanyol yang masih bertahan di RBL Dani Olmo.

Alasan itulah yang diklaim membuat Nagelsmann seperti kehilangan jati diri ketika menangani Bayern. Sebuah tim yang notabene sudah diperkuat para pemain bintang penuh ego. Hasil-hasil pramusim Die Roten adalah bukti pelatih yang 23 Juli lalu baru genap berusia 34 tahun itu tidak mudah untuk beradaptasi.

Termasuk ketika Bayern dipermalukan SSC Napoli tiga gol tanpa balas dalam laga pramusim bertajuk Audi Football Summit di Allianz Arena kemarin (1/8). Kembalinya para pemain bintang Bayern seperti bomber Robert Lewandowski, gelandang Leon Goretzka, wide attacker Serge Gnabry, wide attacker Leroy Sane, wide attacker Kingsley Coman, dan bek kanan Benjamin Pavard seolah tidak membantu kinerja Nagelsmann.

Sementara pemain bintang yang dikenal vokal terhadap pelatih Bayern seperti kapten tim Manuel Neuer, gelandang Joshua Kimmich, dan second striker Thomas Mueller tidak bermain kemarin. ”Kami belum pernah mendapatkan skuad yang full team sepanjang pramusim. Jadi, saya masih perlu melakukan penyesuaian di sana-sini,” kelit Nagelsmann kepada Sport1.

Perlu digarisbawahi, lawan Napoli adalah laga pramusim terakhir Bayern. Klub asal Bavaria itu sudah harus menjalani pertandingan kompetitif akhir pekan nanti (7/8). Yaitu, memainkan babak awal DFB-Pokal melawan Bremer SV di Wohninvest Weserstadion, Bremen. Borussia Moenchengladbach yang menekuk Bayern 2-0 dalam laga pramusim pekan sebelumnya (28/7) juga sudah menunggu dalam kickoff Bundesliga 2021–2022 (14/8).

”Kami masih memiliki waktu untuk segera membenahi diri (dari hasil buruk selama pramusim, Red) yang menurut saya bukan acuan tentang diri kami saat kompetisi nanti,” beber Nagelsmann.

CEO Bayern Oliver Kahn setuju dengan ucapan Nagelsmann. Menurut mantan kiper legendaris Bayern dan timnas Jerman itu, Nagelsmann tidak bisa langsung dihakimi atas hasil-hasil negatif selama pramusim. ”Pelatih baru dengan taktik yang baru tentu membutuhkan waktu,” ucap Kahn di laman resmi klub.

Bahkan, Kahn sesumbar Bayern musim ini bakal menjadi skuad yang tangguh. ”Begitu tangguhnya, saya pikir kami tak lagi memikirkan untuk menambah pemain,” tegasnya. (ren/c17/dns)