Capaian vaksinasi kepada masyarakat saja masih rendah. Tapi malah diwacanakan menjadi syarat untuk masuk mal.

 

SAMARINDAWacana sertifikat vaksin menjadi syarat bagi pengunjung mal di seluruh Indonesia termasuk Kaltim tampaknya bakal sulit diterapkan. Pasalnya, capaian vaksinasi terhadap masyarakat yang masih rendah. Jauh dari target 70 persen untuk membentuk herd immunity. Bisa-bisa tingkat pengunjung mal yang sudah rendah saat ini bisa semakin tergerus.

Mengutip data vaksinasi Kemenkes RI, capaian vaksinasi di Kaltim baru tercapai 17,8 % untuk dosis 1 dan 10,89 % dosis dua dari target 2.874.401 jiwa yang menjadi sasaran. Sedangkan vaksinasi nasional baru tercapai 22,47 % untuk dosis 1 dan 9,67 % untuk dosis 2 dari 208.265.720 sasaran.

Dengan demikian, wacana sertifikat vaksin menjadi syarat masuk mal kurang relevan. Di pihak kita saja, belum semua karyawan mal yang divaksin. Jangan sampai aturan ini malah membuat pengelola mal tidak bisa masuk di tempat kerjanya sendiri,” ungkap Ketua Asosiasi Pengelola Pusat belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adrianto, (30/7).

Pria yang juga general manager Plaza Balikpapan itu mencontohkan, di malnya baru 50 orang yang telah menerima vaksin. Jumlah tersebut masih jauh dari total 500 karyawan yang ada. Padahal, permohonan vaksin sudah dilakukan dari tahun lalu, hanya saja baru disetujui dan diminta menunggu stok untuk yang belum tervaksin.

Kami juga sudah mengomunikasikan hal ini dengan ketua APPBI pusat, semua kita kembalikan lagi kepada pemerintah. Hanya saja, wacana ini mengancam bukan hanya pengunjung tidak bisa masuk tapi karyawan kami sendiri,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan bukan menolak wacana tersebut, namun alangkah baiknya wacana itu bisa diselenggarakan ketika paling tidak sudah 90 persen target masyarakat yang tervaksin. Hal itu bisa lebih efektif, sebab jika saat ini diterapkan mal akan kehilangan banyak pengunjung. Karena masih sedikit masyarakat yang tervaksin.

Akhirnya serba-salah, kalau diterapkan pengunjung malah akan tergerus padahal wacana awalnya agar mal tetap bisa beroperasi. Kasian kita yang di daerah ini masih sangat jarang yang tervaksin,” ungkapnya.

Saat ini di Balikpapan, mal sudah beroperasi seperti biasanya hanya tempat permainan serta cinema yang belum beroperasi. Meskipun sudah beroperasi normal, saat ini orang ke mal hanya untuk berbelanja misalnya ke Hypermart dan sebagainya. Sebab dilihat dari kunjungan, masyarakat datang tidak sampai 1 jam, lalu pulang. Sehingga dari sisi mana pun sudah tidak ada penghasilan yang bisa menutup biaya operasional.

Saat ini kunjungan hanya mencapai 20 persen paling banyak, sehingga wajar saja jika keadaan bisa semakin rumit,” pungkasnya.

Sebelumnya, wacana ini dilemparkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid. Usulan ini dinilai agar mal bisa tetap beroperasi di tengah pandemi, tanpa khawatir berlebihan. Dengan demikian, mal bisa beroperasi dan perekonomian tetap berjalan.

Harapannya ritel-ritel itu, kalau mal-mal, harapannya kalau bisa sudah vaksinasi pekerja di dalam mal itu semua, dan kalau yang hadir bisa memberikan bahwa sudah divaksinasi, harapannya tetap dibuka supaya ritelnya pun tetap berjalan,” ujarnya Jumat (30/7). (ctr/tom2/k8)