SAMARINDA-Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang semula direncanakan terkoneksi dengan tiga seksi lainnya Agustus mendatang, masih belum pasti. Selaku pengelola, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) baru akan memulai uji laik fungsi di dua seksi itu awal Agustus nanti. Dari uji laik fungsi ini, kesiapan integrasi Tol Balsam akan diputuskan. Apakah bisa segera dioperasikan atau harus ada perbaikan lagi agar fungsi tol pertama di Pulau Kalimantan ini ideal.

Diketahui, Tol Balsam yang memiliki panjang 99,55 kilometer, terdiri atas lima seksi. Seksi 1 ruas Balikpapan–Samboja (22,03 km). Kemudian, Seksi 2 ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 km), Seksi 3 ruas Muara Jawa-Palaran (17,50 km), Seksi 4 ruas Palaran-Jembatan Mahkota II (17,95 km). Selanjutnya, Seksi 5 ruas Km 13, Karang Joang-Sepinggan (11,09 km). Sejak Desember 2019, Seksi 2, Seksi 3, dan Seksi 4 sudah beroperasi. Membuat perjalanan warga dari Samarinda menuju Samboja atau sebaliknya, hanya memakan waktu sekitar satu jam dari sebelumnya hampir dua jam.

Pembangunan tiga ruas tol tersebut merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda. Sementara Seksi 1 dan Seksi 5 yang saat ini dalam penyelesaian konstruksi, pembiayaannya ditanggung pemerintah. Dalam keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, progres keseluruhan konstruksi Seksi 1 dan Seksi 5 sudah 100 persen. Kepada Kaltim Post, Humas PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) Hima Jaya menjelaskan, pengujian laik fungsi awal Agustus nanti merupakan amanat UU 38/2004 tentang Jalan dan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Di mana laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya.

"Setelah itu kemungkinan ada perbaikan dari hasil temuan," sambung Hima, Rabu (28/7).

Di tengah wabah Covid-19 yang masih belum terkendali ini, lanjut Hima, tentu berpengaruh pada upaya persiapan. Maka dari itu, pihaknya belum bisa memastikan, apakah nanti jalan Tol Balsam bisa dioperasikan Agustus sesuai rencana awal atau terpaksa membuat publik harus bersabar lagi.

"Bisa mundur juga," ungkapnya. Dalam sebuah pertemuan daring pekan lalu, widyaiswara ahli utama Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan, pemerintah menargetkan jalan Tol Balsam Seksi 1 dan 5 Sepanjang 33 dapat diresmikan pada Agustus 2021. "Dengan demikian, Tol Balikpapan-Samarinda akan dapat beroperasi secara penuh," kata dia.

Molornya integrasi Tol Balsam sempat jadi perhatian DPRD Kaltim saat pemprov melaporkan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Mei lalu. Dalam LKPj tersebut, anggota dewan menyorot soal jalan tol Balikpapan-Samarinda yang tak kunjung kelar. Hal ini menghambat konektivitas titik keluar/masuk akses kawasan strategis. Yakni Bandara SAMS Sepinggan, kawasan industri Batakan, kawasan industri Kariangau dan Pelabuhan Kariangau.

Maka dari itu, Pansus LKPj merekomendasikan gubernur agar bersurat kepada Kementerian PU dan investor, agar meminta perhatian dan kepastian waktu penyelesaian Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balsam. (nyc/riz/k15)