PROKAL.CO,

Bukan urusan mudah mengambil keputusan penting, untuk memilih sebuah jabatan politik yang juga penting.

 

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah dihadapkan dua pilihan. Apakah tetap pada posisi sekarang, atau menerima slot anggota DPD RI menggantikan kursi Muhammad Idris, senator asal Kaltim yang meninggal dunia pekan lalu.

Bahkan, ia mengaku telah dihubungi oleh staf ahli Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti, beberapa hari lalu. Maksud komunikasi itu ialah untuk menanyakan sikap politik yang dipilih. “Belum bisa saya komentar terkait itu. Saya harus meminta petunjuk melalui salat Istikharah terlebih dahulu,” kata Najirah kepada Kaltim Post.

Diketahui, ia sebelumnya mencalonkan diri di bursa DPD-RI pada Pemilu 2019 silam. Istri almarhum Adi Dharma ini mendulang 69.298 dukungan dan duduk di peringkat enam, di bawah suara yang diperoleh Muhammad Idris, yakni 73.252 suara.

Almarhum Muhammad Idris bisa menjadi anggota DPD sendiri setelah menggantikan posisi Awang Ferdian Hidayat yang berada di capaian tertinggi dengan 345.682 suara. Awang Ferdian memilih untuk maju sebagai calon kepala daerah Kutim pada Pilkada 2020 lalu.