Bantuan sosial tunai untuk 48 ribu KK warga Kota Minyak mulai dicairkan. Warga terdampak yang tak terdata bisa mendaftar di kelurahan.

 

BALIKPAPAN– Pemerintah Kota Minyak mulai menyalurkan bantuan tunai kepada mereka yang terdampak langsung dari penerapan PPKM Level 4 di Kota Balikpapan. Penyerahan bantuan tunai diserahkan langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kepada perwakilan yang berhak menerima di halaman Kantor Wali Kota, Rabu (28/7).

“Penyerahan bantuan tunai ini kami bekerja sama dengan Kantor Pos untuk menyalurkan bantuan bagi sekitar 48 ribu KK. Anggarannya bersumber dari APBD Kota Balikpapan,” ujar Rahmad.

Ia berharap, bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terdampak. Kenapa uang tunai diberikan? Menurut Rahmad, supaya perputaran ekonomi bisa terjadi dan masyarakat merasakan uang APBD turun ke masyarakat.

“Penerima ada yang bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Yang tidak terdaftar bisa mendaftar di kelurahan sesuai mereka yang terdampak langsung dari PPKM ini. Misalnya pelaku UMKM, PKL, karyawan yang PHK, driver bandara, ojol. Mereka daftar ke dinas masing-masing yang telah ditunjuk,” jelas Rahmad.

Untuk saat ini, bantuan tunai diprioritaskan bagi warga Kota Balikpapan. Adapun warga luar Balikpapan itu kebijakan. Artinya jika berhak akan diberikan juga. “Memang tidak semua bisa terjangkau. Untuk itu saya imbau bagi yang mampu mari bergotong royong bersama-sama membantu warga yang terdampak PPKM ini,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala PT Kantor Pos Kota Balikpapan Taufik Dadi Marala mengatakan, saat ini sudah ada 14.406 KK yang sudah masuk data dan dilaporkan Ke Kantor Pos.

“Perkiraan yang dibantu 48-50 ribu KK. Kami bisa bayarkan dalam waktu dekat ini. Sedangkan untuk tahap kedua masih menunggu data dari Pemkot,” ujar Taufik. Ia menerangkan, syarat pengambilan cukup KTP, KK asli penerima juga dapat undangan yang distribusikan lewat lurah dan ke ketua RT masing-masing.

“Kalau berhalangan hadir bisa diwakilkan dengan yang ada dalam KK sambil membawa KTP asli yang tertera pada undangan. Kalau yang sakit kami datangi langsung, tentu berkoordinasi dengan pekerja sosial masyarakat yang ada di kelurahan,” pungkasnya. (aji/ms/k15)