Petenis Britania Raya Andy Murray tidak kebagian medali di Olimpiade kali ini. Rabu (28/7), mantan ranking satu dunia tersebut takluk pada perempat final sektor ganda putra saat berpasangan dengan Joe Salisbury. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Kroasia Marin Cilic/Ivan Dodig 6-4, 6-7(4), 7-10.

Hasil tersebut sekaligus memastikan bahwa Murray tidak akan membawa pulang satu medalipun dari Olimpiade Tokyo 2020. Itu karena dia juga sudah mengundurkan diri dari sektor tunggal putra karena bermasalah dengan cedera otot paha kanan.

Cedera itu memaksa Murray harus memilih berfokus hanya di satu nomor. Dia akhirnya memutuskan sektor berlaga ganda putra. Namun, hasilnya tetap gagal mendapat medali. "Aku tidak tahu apa masih memiliki kesempatan untuk bermain lagi di ajang ini. Tapi aku mencintai setiap menitnya tampil di Olimpiade," ucap Murray dilansir Daily Mail. "Dan jika ini memang menjadi Olimpiade terakhirku, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada tim Britania Raya atas kesempatan dan perjalanan panjang selama ini. Adalah sebuah kebanggaan besar bagiku bisa menjadi wakil negaraku di empat ajang olimpiade. Dan itu akan menjadi kenangan terindah seumur hidup," tambah petenis 34 tahun tersebut.

Murray datang ke Olimpiade Tokyo dengan status juara bertahan di sektor tunggal putra. Dia meraih emas pada dua edisi Olimpiade terakhir, yakni London 2012 dan Rio de Janeiro 2016. Prestasi itu membuatnya menjadi satu-satunya petenis dalam sejarah yang sanggup menjadi juara Olimpiade secara back to back di sektor tunggal putra.

Seandainya saja dia berhasil meraih medali bersama Salisbury, Murray akan mencatatkan diri sebagai petenis yang sanggup meraih medali olimpiade di setiap nomor yang dipertandingkan pada ajang tenis. Soalnya, pada Olimpiade 2012, pemilik tiga gelar grand slam itu juga sudah meraih medali perunggu saat turun di sektor ganda campuran bersama Laura Robson.

Petenis lain yang sudah mencapai rekor itu adalah Venus Williams (AS). Kakak kandung Serena Williams tersebut meraihnya setelah memenangi medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 saat berpasangan dengan Rajeev Ram.

Murray berlaga di Tokyo kali ini atas undangan khusus sebagai mantan juara Olimpiade dan grand slam. Sebenarnya, dia sudah tidak lolos kualifikasi lantaran peringkatnya saat ini melorot ke ranking 119 dunia. Itu karena Murray beberapa tahun terakhir terus berkutat dengan cedera panggul yang sudah membuatnya dua kali naik meja operasi. (irr/cak)