TANA PASER - Sejak program replanting (peremajaan) dimulai pada 2017 di Kabupaten Paser, sampai 2021 ini sudah 7.041 hektare perkebunan kelapa sawit menerima manfaatnya. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Paser Djoko Bawono mengatakan, hingga pertengahan 2021 ini, total anggaran yang sudah masuk mencapai Rp 185 miliar lebih.

“Realisasi fisik di lapangan telah lebih dari 66,12 persen, progres ini adalah sampai bibit sawit tertanam,” kata Djoko, Rabu (28/7).

Dari replanting ini, lanjut dia, sudah ada pekebun yang memperoleh manfaat ekonomis dari program tersebut. Ada sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk per hektarnya. Dengan umur tanaman di atas 2,5 tahun.

Djoko berharap, target dari Ditjenbun Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Paser tahun ini seluas 4 ribu hektare dapat direalisasikan, dalam rangka peremajaan tanaman kelapa sawit.

Saat ini dana yang diberi per hektare replanting Rp 30 juta jatahnya per hektare. Sementara untuk yang ingin membangun kebun baru, mendapatkan dana Rp 52 juta untuk 1 hektare.

Dana hibah tersebut berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), bagi petani yang telah mengusulkan dan mendapatkan rekomendasi dari Ditjen Perkebunan.

Jatah replantingini untuk kebun plasma dan swadaya milik warga. Dengan syarat utama usia tanaman sudah di atas 25 tahun dan boleh 10 tahun, tapi produksinya hanya 10 ton per tahun. Setiap petani atau kepala keluarga mendapat jatah rata-rata maksimal 4 hektare pendanaan replanting. (jib/kri/k16)