Pomdam I/Bukit Barisan ungkap keterlibatan empat oknum anggota TNI AD dalam kasus tewasnya seorang wartawan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

”Langkah-langkah yang telah diambil Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB terkait penganiayaan berencana yang diduga dilakukan Praka AS terhadap Marsal yang berprofesi sebagai wartawan,” kata Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin seperti dilansir dari Antara di Medan.

Hasanuddin mengatakan, berdasar hasil pengembangan penyidikan telah menetapkan tiga orang oknum TNI AD lain, yakni DE, LS, dan PMP, sebagai penyedia dan penjual senjata api ilegal. Ketiga tersangka baru tersebut telah ditahan penyidik.

Pangdam menyebutkan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI terjadi di Jalan Tutwuri Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat (18/6). Terkait kasus tersebut, Pomdam I/BB telah mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan saksi-saksi sejumlah 15 orang.

”Dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, bukti rekaman CCTV, dan lain-lain, pelaku diduga oknum anggota TNI AD atas nama Praka AS, dan masih dikembangkan kemungkinan masih ada tersangka lain,” ucap Hasanuddin.