PROKAL.CO,

Pemkot telah menargetkan sekitar 23 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), mendapat bantuan berupa beras 10 kilogram (kg) yang akan disebarkan dalam satu hingga tiga hari mendatang. Selain itu, bagi yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) akan mendapat bantuan berupa obat-obatan dan sembako masing-masing Rp 100 ribu.

 

SAMARINDAAnggaran sembako diambil dari pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) pegawai yang sudah disetujui, dan besarannya disesuaikan dengan jabatan.

Soal teknis pembagian, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Samarinda Ridwan Tassa mengatakan bahwa pihaknya sudah menghimpun sekitar 23 ribu KK. Masing-masing 11 ribu KK berasal dari program keluarga harapan (PKH), dan 11 ribu KK berasal dari penerima bantuan sosial tunai (BST), dan sisanya yakni bagi warga miskin yang belum terdata. “Masing-masing akan mendapat beras 10 kg. Saat ini sudah terlaksana di Kecamatan Samarinda Utara. Sedangkan yang belum terdata akan mendapat 5 kg dari beras cadangan pemkot di Bulog,” ucapnya (27/7).

Saat ini pihaknya menanti data terbaru dari pemerintah kecamatan. Mengingat pergerakan data warga yang menjalani isoman angkanya fluktuatif. “Kami minta agar para camat mematangkan pendataan. Ketika nanti obat-obatan sudah tersedia dan disalurkan ke kecamatan, agar memakai data tersebut,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa bantuan obat-obatan dan vitamin berasal dari anggaran sisa tahun lalu pengumpulan sumbangan dari TTP pegawai dengan nilai sekitar Rp 100 juta, dari total yang dikumpulkan senilai Rp 1,1 miliar. Penghimpunan dana serupa akan dilaksanakan Agustus mendatang dengan target sama, sekitar Rp 1,1 miliar, dengan total sembako 10 ribu paket khusus bagi warga yang menjalani isoman. “Semuanya bergerak terus, nanti bantuan drop ke kecamatan, agar mereka menyalurkan ke masing-masing warga, baik melalui kelurahan maupun ke RT,” ucapnya.