Prokal.co, Tenggarong - Belakangan ini Tanaman porang menjadi primadona oleh para petani. Porang merupakan tanaman jenis umbi-umbian. Di Kabupaten Kutai Kartanegara ada Gabungan Kelompok Tani yang menanam, tepatnya di Agrowisata Mapantama, Dusun Marangan, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu .

Misjianto (42), seorang petani porang mengungkapkan 7 bulan lalu, bibit porang mulai ditanam disini. " Waktu itu ini pengembangan uji coba dari Universitas Mulawarman, yang bibitnya didatangkan dari Banjarmasin," ucapnya.

Misjianto menjelaskan Metode tanamnya membutuhkan satu kali pupuk dasar dan satu kali pupuk susulan. Selain itu, tanahnya perlu di Kapurisasi untuk menaikkan kadar Ph. Misjianto memiliki lahan sekitar satu Hektare, namun baru 2.500 m2 yang baru bisa ia panen dengan hasil produksi 500 kilogram umbi. "Butuh waktu 6,5 bulan untuk bisa menghasilkan umbi, harganya bisa sampe 10 ribu rupiah perkilogramnya," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid mengungkapkan, tanaman porang saat ini cukup menjanjikan bagi petani. Dengan beragam manfaat sehingga mempunyai nilai jual fantastis. Apalagi hasil tanaman ini menjadi salah satu komoditas ekspor beberapa negara seperti Jepang.

Disisi lain, sudah ada beberapa masyarakat yang mulai tertarik menanam dan membudidayakan tanaman porang seperti di Kelurahan Loa Ipuh Darat. Jika ini kembangkan dan difokuskan, tentu dapat menambah perekonomian masyarakat.

“Mudah mudahan kegiatan ekspor porang ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat kami di ekotri pertanian,” kata Rasid.

Menurut Rasid, tanaman porang harus dipelajari betul-betul. Seperti memperdalam teknis penanamannya, apa yang harus dilakukan hingga cara pemasarannya. "Jangan sampai porang sudah menghasilkan tetapi tidak tau mau dijual kemana,” imbuhnya.

Politisi Partai Golkar ini meminta Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kukar berperan aktif memberikan bimbingan kepada petani porang. "Harus diberikan pendampingan sampai ke teknis, biar tidak ada yang rugi, karena ini sumber potensi baru di daerah kita," pungkasnya. (Adv/RH)