UJOH BILANG – Upaya pengetatan jalur masuk ke Mahulu semakin diperkuat. Tiga Poswaldalkes yang terbentuk kini terus menjaring dengan saksama pelaku perjalanan maupun pelayanan jasa angkut barang. Satu di antaranya pos baru di Km 83 Sumalindo, pos tersebut memantau arus keluar-masuk antara Mahulu Kaltim dengan Malinau Kaltara.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DKP2KB) Mahulu drg Agustinus Teguh Santoso mengatakan, pelaksanaan pengawasan arus keluar-masuk di Km 83, atau Kampung Mahaq, merupakan instruksi Bupati Bonifasius Belawan Geh dalam upaya menangani lonjakan kasus positif Covid-19 beberapa waktu terakhir ini.

“Ini merupakan pos ketiga, selain yang di Kampung Mamahak Teboq untuk arus Mahulu-Kubar, dan jalur daratnya di Km 12 Long Hubung. Pos ini menjadi penyekat perbatasan pemeriksaan pelaku perjalanan antara Mahulu dengan Malinau,” sebut Teguh.

Dia menambahkan, pengetatan di Poswaldalkes Km 83 ini tidak terlepas dari informasi yang diterima DKP2KB Mahulu bahwa terjadi kenaikan kasus signifikan di daerah Long Apung dan Long Boh.

Melalui Rakor Satgas TGC pada dua pekan lalu, Bonifasius Belawan Geh yang juga mengetuai gelaran itu meminta penanganan cepat sesuai instruksi bupati tentang pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan keluar-masuk.

“Sesuai hasil rapat koordinasi Satgas TGC, Pak Bupati memerintahkan membuka pos. Dengan tujuan melakukan pemantauan terutama pada pelaku perjalanan yakni sopir taksi, pengangkutan barang dan material, yang lalu lalang antara Long Bagun dengan Kampung Mahaq. Dan dari Mahaq ke Long Nawang,” jelas Teguh.

Frekuensi arus jalan di pos tersebut lumayan tinggi. Pada hari sepi setidaknya 10 kendaraan memasuki jalur Kampung Mahaq, sehingga DKP2KB juga melakukan screening, baik berkas tes swab antigen maupun melakukan uji swab antigen langsung di tempat.

“Pemeriksaan di Poswaldalkes Km 83 ini prosedurnya sama dengan pos penyekatan lainnya, dan karena kemungkinan dari luar seperti Long Nawang kami tidak tahu apakah sudah ada swab antigen dari sana atau belum. Dan kami juga bekali pengawas di sana supaya bisa melakukan pemeriksaan antigen secara acak untuk memastikan kondisi pelaku perjalanan tersebut,” tambah Teguh.

Dirinya juga memperingatkan pelaku perjalanan untuk tetap menjaga kesehatan, prokes, dan perlunya vaksin paripurna. Semua demi menjaga agar tidak saling menularkan.

“Kami peringatkan untuk pelaku perjalanan dari ataupun ke Mahulu untuk melakukan swab antigen dulu, dan kalau bisa sudah vaksin, sehingga ketika melakukan perjalanan tidak ada membawa virus,” tutup Teguh. (*/sya/adv/dwi/k16)