Tanpa terasa, satu tahun telah berlalu sejak Taylor Swift merilis album Folklore, buah karyanya di masa awal pandemi Covid-19. Sebagai perayaan anniversary atau ulang tahun pertama album studio kedelapannya itu, Swift mempersembahkan hadiah spesial untuk Swifties (julukan fans Swift). Yakni, versi orisinal lagu The Lakes, bonus track dalam album Folklore.

Swift mengumumkannya lewat unggahan foto hitam putih dirinya yang sedang bermain di pantai di Instagram. ’’Untuk mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah membuat album ini jadi seperti ini, aku ingin memberi kalian versi orisinal The Lakes,’’ tulis Swift pada caption posting-an itu, Sabtu (24/7).

The Lakes versi orisinal memiliki aransemen yang lebih rumit ketimbang versi yang dirilis tahun lalu. Jack Antonoff, co-writer dan co-producer lagu itu, menyebut The Lakes versi asli seperti orkestra besar. ’’Di salah satu lagu favoritku di Folklore, The Lakes, ada versi orkestra besar. Dan Taylor berkata, ’Eh, buat itu lebih kecil’,’’ ujarnya dalam wawancara dengan cover story Billboard digital pada Selasa (20/7).

Antonoff mengaku ’’tersesat’’ dalam pengaturan string saat membuat lagu tersebut. Karena itu, dia mengeluarkan seluruh idenya dan membuat lagu itu terdengar besar atau grande. ’’Aku berkata, ’Ya Tuhan!’ Kami (dia dan Swift, Red) tidak bersama karena rekaman itu dibuat secara remote, tapi aku ingat berada di studio sendirian dan berkata, ’Gila, ini sangat sempurna’,’’ imbuhnya.

Awalnya, The Lakes merupakan bonus track eksklusif yang hanya ada di edisi fisik deluxe album Folklore. Namun, album itu kemudian dirilis di layanan streaming pada Agustus 2020. Alih-alih hanya menonjolkan musik khas orkestra seperti versi orisinal, The Lakes versi pertama juga memasukkan unsur suara gitar akustik yang berpadu dengan musik orkestra.

Kolumnis musik Variety, Chris Willman, menyebut lirik The Lakes merefleksikan kondisi saat seseorang menikmati ketenangan dan kesendirian di dunia utopia yang bebas dari media sosial atau keriuhan lainnya. Sebuah hal yang identik dengan swakarantina di masa pandemi.

Folklore dirilis pada 24 Juli 2020. Hal itu mengejutkan Swifties karena Swift tak memberikan clue apa pun sebelum album itu dirilis. Tidak seperti kebiasaannya pada album-album sebelumnya. Terlebih, Folklore dirilis tak sampai setahun setelah album studio ketujuhnya, Lover, dirilis pada 23 Agustus 2019. ’’Folklore adalah album yang aku buat di awal pandemi. Aku mulai menulisnya, dan merasa itu jadi semacam rakit kehidupan emosional untuk menuangkan perasaan,’’ ucap Swift saat menerima penghargaan Pop Album of the Year di iHeartRadio Music Awards 2021.

Di unggahan Instagram-nya, Swift menjelaskan bahwa album itu seolah menjadi tempat imajinasi pendengarnya. ’’Di mana kamu boleh memakai gaun malam berenda yang membuatmu terlihat seperti hantu era Victoria setiap hari dan tak ada yang akan melihatmu karena tidak ada orang lain di sana,’’ imbuhnya.

Folklore tercatat sebagai album kelima Swfit dengan penjualan terbaik di Amerika Serikat. Album tersebut juga memecahkan Guinness World Records sebagai lagu penyanyi perempuan yang paling banyak diputar pada hari pertama perilisan di Spotify. Juga dinobatkan sebagai Album of the Year di Grammy Awards. (Billboard/People/adn/c18/len)