JAKARTA - Bek sayap Ansan Greeners Asnawi Mangkualam Bahar meminta fans asal Indonesia tidak merundung rekan satu timnya, Canhoto, yang dituding menjadi penyebab pemain muda itu gagal mencetak gol perdananya di K League 2 Korea Selatan.

 Asnawi ditunjuk sebagai algojo penalti menjelang laga berakhir ketika Ansan dikalahkan Gimcheon Sangu 1-0 di Stadion Ansan Wa, Sabtu (24/7). Itu menjadi kesempatan bagi Ansan untuk terhindar dari kekalahan setelah tertinggal gol Park Sang-hyeok di menit ke-64. 

Mantan penggawa PSM Makassar itu sebetulnya sukses menjebol gawang Gu Sung-yung, tapi dianulir wasit, karena Canhoto sudah masuk lebih dulu ke area kotak penalti sebelum Asnawi menendang bola. 

Penalti pun akhirnya diulang. Namun, pada percobaan kedua ini, Asnawi gagal melakukan tugasnya dengan baik. Sebab, bola sepakannya melayang di atas mistar, sehingga Ansan menelan kekalahan. 

Tak pelak, Canhoto menjadi sasaran caci maki fans Indonesia yang ingin melihat Asnawi mencetak gol perdananya di K League 2. Namun, Asnawi merasa jengah dengan sikap fans yang dianggap tidak dewasa. 

Asnawi menyatakan, situasi mengulang eksekusi penalti banyak terjadi di pertandingan sepak bola. Ia merasa khawatir akibat sikap merundung publik sepak bola Indonesia dapat menimbulkan disharmonisasi di dalam tim. 

“Ini sepak bola, ini normal. Saya minta tolong jangan pernah menyalahkan siapa pun di dalam tim, atau komentar negatif kepada personal,” tulis Asnawi di akun Instagram pribadinya. “Silakan salahkan saya pribadi di akun saya. Jangan karena kalian, pertemanan kami di sini (menjadi) tidak baik,” sambungnya. 

Kegagalan mendulang angka membuat Ansan tak beranjak dari peringkat enam klasemen sementara. Ansan saat ini mengumpulkan nilai 28 dari 22 pertandingan yang sudah dijalani. 

“Kami hanya klub kecil dibandingkan tim lain. Saya pikir kami lebih baik di tahun ini dibandingkan sebelumnya yang berada di papan bawah,” ujar pelatih Kim Gil-sik. (*/jpg/abi/k16)