BALIKPAPAN – Antusiasme warga Kota Minyak terhadap vaksinasi sangat besar. Setiap kali ada kegiatan vaksinasi massal selalu diserbu. Pemerintah membuka laman pendaftaran vaksinasi secara online dengan kuota sebanyak 1.000 orang. Itu  hanya butuh setengah jam, jumlah pendaftar penerima vaksin sudah terpenuhi.

Contoh vaksinasi massal yang dilakukan BIN bagi anak usia 12-18 tahun, Balikpapan termasuk dipilih sebagai kota pertama di Kaltim untuk menjalankan program tersebut. Serta pelaksanaan vaksinasi door to door di Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Dua program ini berjalan karena melihat antusiasme warga Kota Minyak yang besar untuk vaksin. Sehingga baik vaksinasi tahap pertama untuk nakes, tahap kedua untuk pelayan publik hingga tahap ketiga untuk masyarakat umum selalu disambut antusias oleh warga.

Polri juga turut membantu menggelar vaksinasi massal. Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan percepatan vaksinasi di seluruh daerah, maka Polda Kaltim kembali menggelar vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum. Misalnya Gerai Vaksinasi Presisi berlangsung di Lapangan Tenis Telkom, Kamis (8/7).

Kabid Dokkes Polda Kaltim Kombes Pol dr. Djarot Wibowo menuturkan, kegiatan ini sudah kesekian kali berjalan secara massal. Mulai dari awal saat pelaksanaan di Dome, sehingga masih masuk dalam rangkaian serbuan vaksinasi presisi. Pihaknya kembali membuka gerai.

“Total kami targetkan vaksin untuk 1.300 orang yang sudah terdaftar dan dijadwalkan datang,” sebutnya. Seluruh dosis sudah rampung dalam satu hari pelaksanaan. Tim tenaga kesehatan telah membuka layanan sejak pukul 07.00 Wita hingga selesai pada sore hari.

Djarot menuturkan, pihaknya secepat mungkin menyelesaikan vaksinasi agar bisa mengurangi jam tatap muka. Setiap peserta vaksin juga sudah diatur waktu kedatangannya. Sehingga tidak terjadi penumpukan, mereka datang secara bergelombang atau gantian.

“Jadi memang harus direncanakan perintah kapolri ada vaksinasi berkelanjutan. Kami buka gerai vaksinasi kerja sama instansi terkait,” ungkapnya. Ada pun vaksinasi ini mengerahkan tiga instansi. Mulai dari Biddokkes Polda Kaltim, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dan tim kesehatan dari PT Telkom.

Polda Kaltim telah memiliki bus vaksinasi mobile untuk membantu operasional di lapangan. “Kita akan ke Kutim dan Kubar. Ada bus mobile yang turun ke lapangan,” tuturnya. Polda Kaltim juga mengumpulkan masyarakat dari kalangan nelayan hingga organisasi masyarakat.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pihaknya berharap stok vaksin untuk Balikpapan bisa lebih banyak. Dia mengakui, antusiasme warga untuk mendapat vaksin luar biasa. Sehingga setiap kali ada stok vaksin datang, mereka langsung memberi suntikan kepada warga.

“Kalau stok kosong bisa dibilang iya, karena untuk vaksin dosis kedua saja kita masih menunggu kiriman dari pemerintah pusat,” ucapnya. Dia berharap ada ajakan dari Presiden RI Joko Widodo untuk serbuan vaksin bisa terealisasi dengan ketersediaan vaksin di Kaltim.

Dia menjelaskan, soal kekosongan vaksin sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir. Namun menurutnya tetap perlu langkah antisipasi. Apalagi setiap kali melihat warga yang semangat divaksin, setiap stok datang akan langsung diberikan kepada masyarakat. Misalnya untuk dosis pertama.

“Tapi sekarang akhirnya masih harus menunggu pasokan untuk vaksin kedua sudah seminggu ini blm datang lagi,” sebutnya. Rahmad meminta pengertian masyarakat yang belum mendapat vaksin agar bisa bersabar. Saat ini pihaknya masih berusaha untuk mendapat pasokan vaksin lagi.

“Mohon sabar pemerintah daerah juga berusaha berkomunikasi agar pemerintah pusat segera mengirimkan vaksin, khususnya untuk Kaltim,” katanya. Ada kegiatan serbuan vaksin yang diberikan TNI, Polri, maupun stakeholder lain pun dianggap sangat baik untuk membantu percepatan vaksinasi.

“Kita terima kasih, ini bentuk gotong royong karena membantu baik pemerintah pusat atau daerah juga,” tuturnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, pemberian vaksin di Kaltim sudah sesuai dengan target. Setiap kali ada pasokan vaksin datang akan langsung dibagi untuk kabupaten/kota lainnya.

“Kami akan terus berusaha meminta pasokan, terutama prioritas untuk Kaltim karena tingkat jumlah penduduknya termasuk besar,” ucapnya. Menurutnya tentu daerah yang masuk prioritas vaksin masuk status PPKM darurat atau level 4. Di antaranya Balikpapan, Bontang, Berau.

“Kabarnya akhir bulan ini akan datang lagi jatah vaksin provinsi, belum tahu berapa jatah karena setiap datang berubah. Bisa lebih atau kurang,” ujarnya. Namun Pemprov Kaltim akan terus berupaya meminta jatah vaksin kepada pemerintah pusat.

Hadi mengatakan, masalahnya saat ini ketersediaan vaksin bukan hanya karena distribusi dari pusat yang berkurang. Namun dari sumber penjualan juga rebutan dengan negara lain. “Jadi masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga imunitas, dan konsumsi makanan yang bisa meningkatkan imun,” tutupnya. (gel)