SAMARINDA - Salah satu titik langganan banjir yang menjadi perhatian pemerintah, yakni menyelesaikan genangan di simpang Sempaja. Salah satu langkah yang diambil yakni dengan menormalisasi sungai Sempaja, yang memiliki panjang sekitar 2 kilometer dari kawasan GOR Sempaja menuju hilir di Sungai Karang Mumus (SKM).

Anggaran Rp 6,38 miliar dikucurkan dari APBD 2021 untuk mengurangi dampak genangan di kawasan tersebut. Kasi Pembangunan Jaringan Sumber Air, bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Darmadi mengatakan, normalisasi sungai Sempaja berjalan sejak Mei lalu.

Proyek itu dilaksanakan sekitar 180 hari, dan akan berakhir Oktober atau awal November mendatang. Dalam pelaksanaan, pekerjaan dibagi dua segmen. Yakni, sisi hilir dimulai dari kawasan Perumahan Pondok Surya Indah (PSI) dengan panjang saluran 389 meter, kiri dan kanan.

“Segmen kedua pada sisi hulu, yakni di dekat kolam retensi Stadion Sempaja dengan panjang saluran 165 meter, kiri dan kanan,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, kegiatan ini juga memperbaiki konstruksi sungai. Kondisi eksisting lebar sungai hanya 3-4 meter, sedangkan pada pekerjaan ini lebarnya ditingkatkan menjadi 8 meter di sisi hilir.

Namun, lebar tersebut tidak bisa diberlakukan sepanjang alur karena pada beberapa titik sudah ada tebing-tebing kayu. Di antaranya, di Perumahan Rapak Binuang, Kelurahan Sempaja Selatan yang lebarnya sekitar 6 meter.

Tidak biasa terlalu lebar karena bersinggungan dengan tanah warga. “Ke depan paling tidak kegiatan untuk memperkuat tebing saja agar tidak longsor serta utamanya tidak beralih fungsi sebagai tempat tinggal,” jelasnya.

Terkait hambatan dalam pelaksanaan, Darmadi yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut menerangkan, kegiatan konstruksi di area sungai dihadapkan dalam kondisi banjir atau tidaknya aliran sungai.

Kerena ketika banjir, pekerjaan nyaris lumpuh, ketika aliran normal pun, pelaksanaan pembuatan tebing harus dilakukan pemompaan untuk mempermudah kegiatan. Selain itu, seputar masalah sosial.

“Misalnya warga sekitar yang meminta pembersihan berkala jalur. Tetapi itu bukan masalah besar, kami siap saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada segmen hulu, nantinya pekerjaan utama adalah membuat jalur sungai baru di sisi polder air dalam GOR Sempaja. Karena kondisi eksisting, alur sungai dari simpang Sempaja yang masuk ke area GOR, langsung masuk ke polder.

Hal tersebut menyebabkan alur sungai tidak lancar. Dengan saluran baru nanti, alur sungai akan lancar, sehingga polder yang ada bisa berfungsi sebagai kolam penampungan sementara melayani pengendalian banjir di area GOR.

“Ini salah satu upaya mengurangi banjir. Semoga pekerjaan tim berlangsung sesuai target dan lama waktu genangan di simpang Sempaja bisa semakin berkurang,” tutupnya. (dns/kri/k16)