PROKAL.CO,

SINGAPURA- Keinginan Singapura untuk berdamai dengan pandemi ternyata sulit terjadi. Mereka kembali memberlakukan lockdown parsial karena penularan terus melonjak. Kuntari dimulai Kamis (22/7) hingga 18 Agustus nanti. Varian Delta disinyalir sebagai biang dari lonjakan tersebut.

Kebijakan ini diambil hanya 3 pekan setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Saat itu, otoritas ingin menganggap korona sebagai flu biasa. Negeri Merlion cukup percaya diri karena 48,2 persen penduduknya sudah divaksin lengkap. Sekitar 73 persen lainnya baru satu dosis. Persentase vaksinasi lansia 60-69 tahun bahkan di angka 85 persen. Tapi sepertinya itu tidak cukup untuk menekan penularan.

Hingga Kamis siang ada 162 penularan lokal. Termasuk di antaranya 87 kasus yang terkait dengan klaster Pelabuhan Ikan Jurong dan 5 kasus klaster KTV lounge. Ada 541 kasus yang terkait dengan klaster Jurong dan Hong Lim Market & Food Centre, serta 220 kasus terkait KTV lounge. Marina Bay Sands Casino juga ditutup karena menjadi klaster penularan.

Berlakunya lockdown parsial membuat larangan makan di tempat kembali diterapkan. Restoran, pujasera dan tempat-tempat makan lainnya tetap boleh buka. Tapi mereka hanya melayani takeaway dan pesan antar. Bioskop masih boleh buka, tapi dilarang menyajikan makanan dan minuman. Satu-satunya pengecualian makan di tempat adalah resepsi pernikahan.

’’Kami memahami bahwa pasangan pengantin menghadapi banyak ketidakpastian beberapa bulan belakangan ini. Karena itu, khusus resepsi pernikahan boleh dilanjutkan,’’ bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan seperti dikutip The Straits Times.

Tapi tetap saja ada pembatasan yang harus diterapkan. Yaitu tamu undangan maksimal 100 orang dan mereka wajib dites Covid-19 dulu. Tamu per meja maksimal hanya 5 orang. Para tamu diminta untuk menghindari berkeliling meja satu ke meja yang lain. Mereka yang belum divaksin juga disarankan tidak menghadiri acara resepsi dan kumpul-kumpul lainnya.