PROKAL.CO,

Pemkot Samarinda bertahap melaksanakan tahapan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021–2026. Kamis (22/7), Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Samarinda menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

 

SAMARINDA–Agenda tersebut disampaikan beberapa permasalahan pokok dari berbagai sektor, serta isu strategis yang bakal dituju, dengan dasar visi RPJMD Samarinda sebagai kota pusat peradaban.

Sepuluh program unggulan turut disampaikan beserta implementasinya. Selain itu, dipaparkan 5 proyek belanja langsung, 8 usulan proyek bantuan keuangan (bankeu), serta 2 proyek multiyears contract (myc) (lihat infografis).

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin menjelaskan, pemkot tetap menajamkan beberapa program unggulan, misalnya program Rp 100-300 juta per RT (Probebaya), penanganan banjir, dan transportasi modern. Begitu juga terkait program MYC, yakni pembangunan pintu air di hilir Sungai Karang Mumus (SKM), dan pembangunan terowongan pemecah macet Jalan Otto Iskandardinata (Gunung Manggah) bakal diajukan untuk dibahas dengan DPRD Samarinda bersama KUA-PPAS.

"Semua berjalan beriringan, termasuk koordinasi dengan provinsi terus-menerus dilakukan, dalam rangka menyinkronkan dengan RPJMD Provinsi Kaltim," ucapnya.