SAMARINDA - Data perkembangan wabah COVID-19 di Kaltim pada hari Kamis (22/7/2021), pasca hari besar peringatan Idul Adha, mencatat rekor kasus harian tertinggi. Dilaporkan ada 1.952 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 dalam sehari. 

Rekor kasus harian sebelumnya terjadi pada 16 Juli 2021 mencapai 1.724 kasus. Meningkatnya kasus harian ini secara tidak langsung berimbas kepada naiknya kasus kematian. 

Berdasarkan infografis resmi Satgas COVID-19 Kaltim, penambahan kasus kematian tertinggi per 22 Juli 2021 terjadi di Balikpapan sebanyak 25 kasus disusul 10 kasus masing-masing di Kutai Kartanegara dan Samarinda. 

Sebelumnya, kasus pasien Covid-19 meninggal harian di Samarinda sebanyak 12 kasus berturut-turut pada 19 Juli dan 20 Juli 2021. 

Sedangkan, di Balikpapan, kasus pasien COVID-19 meninggal harian tertinggi di Kaltim cetak rekor sebanyak 34 kasus pada 21 Juli 2021. Dari sebelumnya, 29 kasus berturut-turut pada 19 Juli dan 20 Juli 2021.

Dikutip dari rilis Humas Pemprov Kaltim Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Hadi Mulyadi, data perkembangan terkonfirmasi positif Covid-19, membandingkan Samarinda dan Balikpapan selama tahun 2021. Puncaknya, Samarinda pada 9 Juli sebanyak 250 orang.

Sedangkan, Balikpapan pada 13 Juli lalu sekitar 599 orang, bahkan tiga kali Kota Minyak ini mencapai lebih angka 500 orang.

"Ini perbandingan dua kota terkait positif Covid-19, sehingga masyarakat Samarinda harus lebih waspada dan berhati-hati. Maka setiap orang datang dari Balikpapan harus di screening untuk pencegahan," ujar Hadi Mulyadi pada Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk Kaltim Perluas Wilayah PPKM Level 4, melalui zoom meeting, Rabu (21/7/2021).

Bukan Samarinda saja yang perlu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, lanjut Hadi Mulyadi, tetapi seluruh kabupaten dan kota lainnya. 

"Untuk meminimalisir dan memutus rantai virus corona, kuncinya ada pada masyarakat dengan selalu berperilaku disiplin dan menerapkan 5M," tegasnya

Hadi Mulyadi mengatakan Pemprov Kaltim melalui Satgas Covid-19 kabupaten dan kota tidak henti-hentinya mengimbau dan mengedukasi masyarakat pentingnya menegakan protokol kesehatan. (myn)