PROKAL.CO,

Polemik pemberian cashback ke sopir truk di Pelabuhan Feri naga-naganya mencapai klimaks. Regulator, operator, dan sejumlah pihak terkait bakal menggelar rapat hari ini (22/7). Apakah cashback dilegalkan atau justru dilarang?

 

BALIKPAPAN-Evaluasi pelayanan pengguna jasa di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan akhirnya akan dilakukan. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara menjadwalkan rapat bersama siang ini (22/7). Mengundang sejumlah instansi terkait.

Berdasarkan undangan yang diterima Kaltim Post, surat tersebut ditandatangani Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Avi Mukti Amin (21/7). Rapat tersebut akan dilaksanakan di Kantor BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara. Dengan agenda pembahasan mengenai penertiban pengaturan muatan dan peningkatan pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau.

Sejumlah instansi yang diundang adalah kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, kepala Dishub Balikpapan, Danpomdam VI/Mulawarman, Dirlantas Polda Kaltim, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Balikpapan, dan ketua DPC Indonesian National Ferryowners Association (INFA) Kaltim.

Selain itu, para operator jasa pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Feri Kariangau. Di antaranya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan, PT Jembatan Nusantara Cabang Balikpapan, PT Dharma Lautan Utama Cabang Balikpapan, PT Sadena Mitra Bahari, PT Pasca Dana Sundari, dan PT Bahtera Samudra, beserta pejabat di BPTD Kaltim-Kaltara dan Korsatpel Pelabuhan Penyeberangan Kariangau. “Kami menginginkan masalah ini cepat selesai,” kata Avi kepada Kaltim Post, kemarin.