PROKAL.CO,

Cabang olahraga dayung Kaltim memilih target medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Meski realistis, target itu diyakini tidak akan mudah terealisasi.

 

TENGGARONG-Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor penghambat persiapan tim dayung Bumi Etam. Minimnya kejuaraan membuat jam terbang para atlet tergerus. Walhasil, saat ini Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kaltim putar otak lebih keras.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menambah intensitas latihan. Semula pedayung hanya melakoni latihan satu kali, saat ini ketika memasuki p, menu latihan atlet digandakan menjadi dua kali sehari; pagi dan sore.

“Intensitasnya kami tingkatkan. Dalam seminggu pedayung latihan teknik 6–8 kali di air, dan latihan fisik di darat 4–5 kali,” terang Lusdiansyah, pelatih dayung Bumi Etam.

Lusdiansyah menuturkan, saat ini dirinya tidak berpikir soal try out. Terlebih pandemi C-19 belum juga beranjak dari Tanah Air. Tak ingin ambil risiko, PODSI Kaltim memilih untuk memaksimalkan persiapan di Tenggarong. "Sampai saat ini belum ada info soal kejuaraan. Jadi, kami fokus latihan di Tenggarong saja,” imbuhnya. Seperti diketahui, saat ini seluruh atlet PON Kaltim sedang melakoni puslatda. Mayoritas atlet dikumpulkan di Samarinda di Hotel Mesra sedangkan yang di Tenggarong dipusatkan di Hotel Lesong Batu. (don/tom/k16)