Dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan dan persoalan sosial lainnya, Bupati Kukar Edi Damansyah meminta Dinas Sosial (Dissos) Kukar untuk melakukan perbaikan dengan sistem data yang baru.

 

TENGGARONG - Hal itu disampaikan Bupati Edi Damansyah dalam rakor pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial yang dilaksanakan secara virtual, Senin (19/7). Kegiatan yang dihadiri Sekkab Kukar Sunggono dan Kadis Sosial Didi Ramyadi itu menargetkan, Dissos Kukar mesti ada perubahan terhadap pengelolaan data. Ini mesti menjadi program tersendiri yang berkaitan dengan sistem pemutakhiran data.

“Sehingga tidak hanya saat diminta oleh Kementerian Sosial baru dilakukan pemutakhiran data,” kata bupati. Bupati menyebutkan, dalam program pengentasan kemiskinan memerlukan variabel data yang akurat, sehingga dengan adanya data-data yang dikelola baik serta akurat, diharapkan bisa mempercepat penanggulangan kemiskinan. “Makanya Dissos ini adalah tulang punggung bagi OPD lain untuk data tersebut,” tambah Bupati.

Bupati juga mengimbau perlunya pendampingan di tingkat RT hingga desa, sehingga pengambilan atau pengumpulan data yang masuk ke Dissos lebih akurat. Ia pun mempersilakan agar Dissos bisa bekerja sama dengan Disdukcapil terkait terobosan data kependudukan di Kukar.

Kadissos Kukar Didi Ramyadi menyebutkan, saat ini Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang lengkap adalah hasil penetapan Kemensos periode Oktober 2020. Sejumlah tantangan dihadapi Dissos Kukar terkait data tersebut.

Salah satunya akun supervisor yang hanya terdapat satu di setiap kabupaten. “Termasuk kendala jaringan serta operator yang belum memahami sepenuhnya sistem perbaikan data yang dibangun,” jelasnya. (qi/kri/k16)