PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Antusiasme warga dalam berkurban di Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah rupanya cukup tinggi, meski di tengah pandemi Covid-19. Terbukti dengan penuhnya antrean hewan kurban di salah satu pusat rumah pemotongan hewan (RPH) di kawasan Projakal, Balikpapan Utara.

Pemandangan tersebut tentu tak seperti tahun sebelumnya, mengingat biasanya masyarakat melakukan penyembelihan di rumah ibadah, atau di lingkungan tempat tinggal mereka. Sebenarnya, peningkatan jumlah hewan kurban yang bakal disembelih di RPH, merupakan tindak lanjut dari SE Kementerian Agama yang mengimbau masyarakat tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban di rumah ibadah.

Terkait hal itu, Kepala UPTD RPH drh Totok Tidarto membenarkan terjadi peningkatan penyembelihan di RPH. “Itu juga (meningkat) karena semua maunya menyembelih kurban pada hari pertama. Karena hari kedua itu sudah waktunya kembali bekerja,” tutur Totok.

Mau tak mau, melihat banyaknya kurban yang akan dipotong, Totok harus memberikan pengertian agar orang-orang yang ingin hewan kurbannya disembelih ikhlas bisa dilakukan penyembelihan pada hari esoknya. “Kalau dituruti betul-betul bisa membeludak,” tambahnya.

Selain itu, kemampuan pelayanan juga terbatas. Di RPH, ada sekitar 15 orang pegawai yang terlibat dengan batas maksimal yang disanggupi hanya 60 ekor hewan kurban. “Sebenarnya bisa 24 jam, tapi kemampuan ini yang terbatas. Antisipasi kelelahan para pekerja, jadi memang kita sesuaikan. Biasa saya tawarkan kalau tidak bisa (dipotong) pagi maka bisa sore,” terang dia.

Untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban di RPH, kata dia, dikenakan biaya retribusi Rp 50 ribu per ekor. Selebihnya ada biaya jasa pelayanan, bervariasi sesuai kebutuhan.