PROKAL.CO,

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur sebesar Rp 47 Miliar untuk penanganan Covid 19 di Samarinda. Permohonan bantuan tersebut diserahkan oleh Pemkot Samarinda kepada Pemprov Kaltim melalui surat nomor 360/0456/300.07 yang berisi permohonan bantuan penanganan Covid 19 di Samarinda yang rencananya akan diserahkan Rabu (21/7/2021).

Walikota Samarinda, Andi Harun mengatakan, permohonan bantuan tersebut untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di kota Samarinda. Mengingat terdapat dua rumah sakit besar di kota Samarinda yang selama ini menjadi rujukan penanganan Covid 19 yang juga menangani pasien dari luar Samarinda.

"Samarinda itu penanganan Covid 19 nya lebih berlipat daripada kabupaten/kota lain, selain jumlah penduduk yang sangat besar juga karena Samarinda sebagai ibu kota provinsi," ungkap Andi Harun pada konferensi pers penanganan Covid 19, Rabu (21/7/2021). "Kemudian pasien yang masuk di RS yang ada di Samarinda tidak hanya pasien yang berasal dari Samarinda tapi juga lintas kabupaten, mau tidak mau Samarinda harus mempersiapkan diri," lanjutnya.

Maka dari itu menurut Andi Harun pihaknya merasa perlu untuk mengajukan bantuan kepada Pemprov Kaltim dengan surat yang ditujukan langsung kepada gubernur. "Kita sudah menyampaikan surat langsung kepada gubernur hari ini, dan surat tersebut telah diterima pak gubernur, hari ini juga," sebut Andi Harun.

Dalam lampiran surat permohonan bantuan yang diserahkan oleh Pemkot Samarinda kepada gubernur tersebut, tercantum total jumlah bantuan yang diajukan yakni sebesar Rp 47 miliar. Adapun item bantuan yang diajukan sebagian besar adalah peralatan medis rumah sakit seperti Alat Pelindung Diri (APD), ranjang pasien, hingga tabung oksigen.

Selain pengajuan permohonan bantuan, walikota Andi Harun juga mengungkapkan bahwa Pemkot juga berencana untuk mengirimkan surat saran kepada pemprov. "Pokok surat saran yang akan kami sampaikan kepada gubernur adalah mengenai tertundanya pembayaran BPJS kepada rumah sakit, sedangkan kondisi cash flow rumah sakit saat ini mengalami penurunan.