SAMARINDA–Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda menilai Andri Affandi terbukti memanipulasi faktur pajak usahanya sepanjang Januari 2014 hingga Desember 2015. Dari ulahnya itu, negara kehilangan pendapatan dari sektor pajak sebesar Rp 1.620.587.500.

Dia dijatuhi hukuman tiga tahun pidana penjara dalam sidang perkara pajak yang digelar secara daring, Senin (19/7). “Terdakwa terbukti melanggar Pasal 39 Ayat 1 Huruf i dan Pasal 39A huruf a UU 28/2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan,” ucap majelis hakim yang dipimpin Hasanuddin itu.

Vonis itu turun enam bulan dari tuntutan yang diajukan JPU Sri Rukmini dan Indriasari pada 28 Juni lalu. Namun, majelis sependapat dengan denda dua kali lipat jumlah pajak yang ditilep wajib jadi pidana tambahan ke terdakwa. Dengan begitu, Andri diwajibkan membayar denda Rp 3.241.175.000. “Jika denda tak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan,” lanjut hakim membaca amar putusan.  Baik jaksa maupun terdakwa sama-sama memilih pikir-pikir atas putusan tersebut.

Dua tahun terakhir, selain kasus pajak yang menyeret Andri Affandi, ada dua kasus pengemplang pajak yang bergulir di peradilan tingkat I di Jalan M Yamin, Gunung Kelua, Samarinda Ulu tersebut. Zainuddin Tommy dan Heru Purnama.

Zainuddin terbukti mengubah faktur pajak penjualan sebesar Rp 790 juta yang luput disetorkan ke negara sepanjang Januari 2014 hingga Desember 2015. Begitupun dengan pelaporan kredit faktur pajak yang dimanipulasi sebesar Rp 2,09 miliar. Dia divonis selama enam bulan pidana penjara. Majelis hakim PN Samarinda menilai ada upaya pengembalian pajak yang dimanipulasinya sepanjang perkara bergulir, sehingga denda yang wajib dibayarnya menurun dari Rp 2,09 miliar menjadi Rp 544 juta.

Tak puas, jaksa banding atas putusan itu, tapi kandas lantaran hakim Pengadilan Tinggi Kaltim menolak upaya tersebut dan menguatkan putusan PN Samarinda. Kini kasus itu masuk ke Mahkamah Agung setelah jaksa mengajukan kasasi.

Lalu, kasus Heru Purnama. Di kasus itu, Heru memilih menerima vonis PN Samarinda selama dua tahun enam bulan pidana penjara. Dia bersama Andri Affandi terbukti mengubah transaksi pajak yang dilaporkan. Untuk Heru, pajak yang dimanipulasi sebesar Rp 2,12 miliar. (ryu/dra/k16)