PROKAL.CO,

Kebangkitan sektor pariwisata makin kabur. Sebab penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) benar-benar membuat mobilitas masyarakat menurun drastis. Apalagi, PPKM yang akan berakhir pada 20 Juli 2021 kemungkinan besar kembali diperpanjang hingga Agustus mendatang.

 

SAMARINDA - Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kaltim I Gusti Bagus Putra mengatakan, kemungkinan besar PPKM akan diperpanjang. Sebab, pada Agustus nanti ada long weekend. Jika tidak ada pembatasan, biasanya ini dijadikan momen bepergian oleh masyarakat. Tentu dampaknya bakal memicu terjadinya penularan virus corona.

“Jadi kemungkinan PPKM akan diperpanjang hingga 17 Agustus. Isu ini membuat penjualan tiket sama sekali tidak ada. Siapa yang mau booking, kalau tidak ada kepastian?” keluhnya kepada Kaltim Post, Minggu (18/7).

Dia menjelaskan, diperpanjangnya PPKM tentunya akan membuat pariwisata benar-benar mati. Tapi pihaknya melihat dengan adanya PPKM, penyebaran Covid-19 terus menurun. Diharapkan setelah kasus menurun, masyarakat bisa kembali bepergian. Seperti Mei dan Juni 2021, sudah banyak yang bepergian. Karena tidak ada PPKM bisa antigen saja untuk penerbangan dan lewat darat bisa rapid biasa.

Saat tidak ada PPKM, wisata lokal bisa digalakkan. Wisata dalam kota hingga wisata antar kabupaten kota dalam satu provinsi juga demikian. “Saat ini kondisinya PPKM, jadi kita tidak bisa berwisata sama sekali, semua dibatasi. Ini membuat pelaku usaha pariwisata banyak banting setir ke bisnis makanan, bahkan ada yang berkebun untuk memenuhi kebutuhan harian,” katanya.