PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Pertumbuhan ekonomi Balikpapan diproyeksikan tetap mengalami peningkatan tahun ini. Asumsi itu didasari berlanjutnya proyek pengembangan kapasitas kilang Pertamina atau refinery development master plan (RDMP) dan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru.

Dua hal itu dinilai menutup lubang krisis akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung setahun terakhir. Tahun lalu, ekonomi Balikpapan minus 0,69 persen. Menurun drastis dari tahun sebelumnya yang tercatat di angka 4,85 persen. Adapun tahun ini, Pemkot Balikpapan optimistis pertumbuhan ekonomi akan merangkak di angka plus-minus 3 persen.

“Kami mencoba memproyeksikan dan membuat proyeksi optimistis untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi ini,” kata Kepala Bappeda Litbang Balikpapan Agus Budi Prasetyo dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Balikpapan Tahun 2021–2026 pekan lalu. Dia melanjutkan, dari diskusi dengan berbagai pihak, pertumbuhan ekonomi dari 2021–2026 diproyeksikan akan terus meningkat. Pada 2022 misalnya, diproyeksikan plus-minus 5 persen, 2023 (5,5 sampai 6 persen), 2024 (6-6,5 persen), 2025 (6,5-7 persen), dan 2026 plus minus 7-7,5 persen.

Mantan sekretaris Bappeda Litbang Balikpapan ini menuturkan, megaproyek RDMP Kilang Pertamina RU V Balikpapan harus terus dijaga keberlanjutannya. “Diharapkan ketika beroperasi secara penuh, nanti itu (Kilang Balikpapan) bisa memberikan multiplier effect kepada Kota Balikpapan, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan.   
Termasuk mampu menarik investasi dari luar,” harapnya.

Faktor pendukung lainnya, lanjut dia, rencana pembangunan akses IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang diproyeksikan dimulai pada 2022, dilanjutkan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) setahun kemudian. “Kami mendapatkan informasi dari Bappenas, bahwa dokumen perencanaan sedang disusun. Mudah-mudahan tahun 2023 itu sudah ada kegiatan operasional di lapangan. Maka pembangunan ini diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Masih terkait pemindahan IKN, berupa pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Kariangau dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) atau Pelabuhan Kariangau. Dirinya berharap pandemi Covid-19 bisa segera ditanggulangi, sehingga mampu menguatkan kembali permintaan domestik yang sebelumnya mengalami penurunan. Namun, yang tak kalah penting, ungkap Agus, penguatan infrastruktur lintas Kalimantan. “Dan satu lagi, Balikpapan sudah mendapatkan program untuk jargas (jaringan gas) rumah tangga mencapai 141 ribu SR. Ini juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.