Dari waktu ke waktu, angka ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) terus meningkat, bahkan melebihi batas maksimal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara nasional, yakni maksimal 60 persen.

 

SAMARINDA–Atas kondisi itu, pemkot memutar otak, meminta dan mendorong rumah sakit untuk bisa meningkatkan jumlah tempat tidur untuk pasien covid menjadi 30 persen dari total tempat tidur yang dimiliki.

Ketersediaan tempat tidur di pusat karantina (puskar) dan rumah sakit bagi pelayanan pasien Covid-19 bakal ditingkatkan, dari sekitar 344 menjadi 524 unit. Hingga saat ini, lokasinya tersebar di 10 rumah sakit negeri dan swasta, serta lima puskar.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, terus berkoordinasi dengan rumah sakit-rumah sakit se-Samarinda untuk bisa mengikuti arahan Kemenkes, meningkatkan jumlah tempat tidur minimal 30 persen dari total tempat tidur keseluruhan. Selama ini jumlahnya bervariasi, hanya RSUD IA Moeis yang sudah lebih dari 40 persen. "Besok (hari ini) penambahan tersebut bisa mulai diterapkan, sehingga manajemen rumah sakit harus segera menyesuaikan,” imbuhnya.

Dia menyebut, RSUD AW Sjahranie juga dalam laporan akan mengubah tiga ruangan atau bangsal, yakni Anggrek, Melati, dan Flamboyan menjadi khusus pelayanan Covid-19. Namun, detail jumlahnya belum bisa disampaikan karena masih pembahasan ditingkatkan internal. "Kami harap dukungan penuh," singkatnya.

Disinggung apakah langkah itu menjadi strategi pemkot menghindari peningkatan status dari PPKM Mikro menjadi PPKM Darurat, AH tidak menepis. Sebab, salah satu indikator peningkatan status kawasan adalah dari rasio BOR. Makanya pihaknya bersama-sama lintas OPD baik TNI-Polri terus mendorong agar status Samarinda tidak berubah memburuk. "Kalau sampai berlaku PPKM darurat, efek ekonomi sangat berat," ucapnya.

Dia berpesan kepada masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitas lewat perilaku 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Bahwa kunci keberhasilan penanganan adalah dari masyarakat. "Begitu juga kepada para pedagang agar bisa memahami kondisi tersebut. Soal rezeki, insyaallah ada di hari-hari berikutnya," ucapnya.

Terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menambahkan, dalam penanganan Covid-19, pihaknya terus mendukung kebijakan dari wali kota. Salah satunya dalam peningkatan BOR, bentuk dukungan yang diberikan pihaknya bersama tim dari TNI yakni mencari informasi ketersediaan tempat tidur di semua fasilitas kesehatan. "Begitu juga untuk kegiatan penyekatan, rutin dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Samarinda," tutupnya. (dns/dra/k16)