Pembangunan infrastruktur di Sangatta menjadi perhatian Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. Orang nomor satu di Kutim itu telah meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim untuk menindaklanjuti dalam usulan penganggaran agar segera terselesaikan.

 

SANGATTA –Ada empat titik yang menjadi perhatian pemkab. Yakni penuntasan pembangunan Jalan Ringroad, pendekat Jalan APT Pranoto-Kenyamukan. Pembangunan jalan tersebut belum terhubung sepenuhnya. Ada lahan yang belum dibebaskan, sehingga badan jalan sepanjang 500 meter lebih belum juga dikerjakan.

Begitu pula dengan Jalan AMD, ketika hujan jalannya sangat tidak memungkinkan untuk dilintasi. Padahal, sekolah luar biasa (SLB) dan SMA I Sangatta Selatan beroperasi di sana. Sudah sepantasnya peningkatan badan jalan menjadi perhatian pemerintah.

Juga Jalan Sawito Pinrang, yang letaknya tepat di tepi Kanal III. Apabila air pasang, kerap terjadi genangan, sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah (pemda) agar badan jalannya dapat ditingkatkan. Adapun drainase di Jalan Dayung sangat dangkal, sehingga setiap hujan selalu terjadi genangan. Hal tersebut tentu tidak nyaman dilintasi pengendara.

Kepala DPU Kutim Witono tak menampik, pihaknya mendapat instruksi untuk segera menuntaskan infrastruktur tersebut. Mengenai Jalan Ringroad, belum dituntaskan lantaran proses pembebasan lahan masih berproses.

“Kalau memang sudah selesai dan dijadikan program prioritas pasti kami kerjakan. Kami akan merapatkan lebih lanjut dengan semua pihak yang berkaitan,” ujarnya.

Sementara Jalan Sawito Pinrang memang ada permohonan peningkatan badan jalan. Pihaknya sedang meninjau, apakah dapat diberi penanganan tersendiri. Bisa juga diusulkan untuk dikerjakan melalui APBD 2022.

“Di sana (Jalan Sawito Pinrang) sudah ada beberapa perumahan. Ada pengembangan tempat wisata di bagian ujungnya. Tapi, akan dilihat kembali untuk dilakukan penanganan secara bertahap,” paparnya.

Untuk Jalan AMD, dia mengaku sudah beberapa kali akan ditangani. Pada 2020 sudah diberikan penanganan, memang tidak maksimal. Apalagi tahun ini tidak ada anggaran dialokasikan untuk perbaikan jalan tersebut.

“Kami harap tahun depan dapat alokasi anggaran. Kami akan usulkan. Minimal dapat dikerjakan hingga batas SMA 1,” harapnya.

Terkait drainase Jalan Dayung, dia tak menampik terdapat beberapa sumbatan. Kendati demikian, Bidang Pengairan, DPU Kutim, dipastikannya akan melakukan normalisasi dan beberapa sodetan.

“Mungkin nanti ada pelebaran parit atau penanganan lainnya. Yang jelas, pasti ada kegiatan untuk menormalisasi aliran drainase,” jelasnya. (dq/far/k16)