TERCATAT sebanyak 35 pemain berusia di atas 23 tahun akan bertanding di cabor sepak bola putra Olimpiade 2020 Tokyo, pekan depan. Dari jumlah itu, pemain senior di posisi striker jadi yang terbanyak dengan sebelas pemain.

Dan dari kelima penjaga gawang tersebut, Guillermo Ochoa (Meksiko) dan Mohamed El-Shennawy (Mesir) jadi yang paling tua umurnya. Memo (panggilan akrab Ochoa) sudah berusia 36 tahun. Di bawah Ochoa adalah, El-Shennawy berusia 32 tahun. Uniknya, jalan dua kiper senior itu ke Tokyo lumayan berliku.

El-Shannawy bahkan harus berangkat ke Tokyo terpisah dari skuad The Pharaoh (julukan timnas Mesir) lainnya. Laporan media-media menyebut, skuad Mesir telah bertolak dari Kairo ke Tokyo kemarin WIB (16/7). Namun, tak semuanya berangkat ke Tokyo. Sebab, masih menunggu perjuangan Al Ahly memenangi Liga Champions Afrika.

Nadi El Watanniyah (julukan Al Ahly) sedang berupaya mempertahankan trofi juara Liga Champions Afrika ketika menghadapi klub Afrika Selatan Kaizer Chiefs di Stade Mohammed V, Casablanca, Maroko, dini hari nanti WIB. Selain El-Shennawy, total ada tujuh pemain Al Ahly di skuad Mesir.

Seperti Salah Mohsen, Nasser Maher, Taher Mohamed, Akram Tawfik, Karim El-Eraky, dan Ahmed Ramadan. ’’Saya ingin memenangi turnamen ini dulu sebelum memikirkan fokus ke ajang yang lain (Olimpiade 2020),’’ ungkap El-Shennawy, seperti dikutip dari laman resmi klub. ’’Memenanginya (Liga Champions Afrika) lagi akan jadi motivasi saya,’’ sambungnya.

Di sisi lain, Memo mengorbankan peluangnya bermain di Piala Emas CONCACAF 2021. Entrenador Meksiko Gerardo “Tata” Martino malah memanggil tiga portero yang caps-nya masih ada di bawah 114 caps Memo. Seperti Alfredo Talavera (32), Rodolfo Cota (5), dan Jonathan Orozco (9).

’’Dia (Ochoa) mengalami cedera dan tidak bisa bergabung bersama kami,’’ begitu alasan Tata saat ditanyai di mana Memo dalam skuad El Tri (julukan timnas Meksiko) di Piala Emas ini. Faktanya, mantan kiper Malaga CF itu tercatat di dalam skuad Olimpiade 2020.

Dikutip Diario AS, Ochoa menyebut dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan bermain di Olimpiade. Apalagi, seumur-umur, hanya Olimpiade ajang yang belum dia ikuti. Meskipun, pada 2008 silam dia sempat patah hati setelah gagal membawa Meksiko lolos ke Olimpiade ketika dia jadi kiper utama dalam Kualifikasi.

’’Ini akan jadi ilusi yang luar biasa karena saya bisa menikmati Copa America, Piala Emas, Piala Dunia, Piala Konfederasi, dan sekarang Olimpiade. Makanya, saya tak ingin hanya datang ke Tokyo untuk bermain. Tapi akan senang jika saya bisa membawa medali emas ke Meksiko,’’ harapnya. Meksiko memenangi medali emas saat Olimpiade 2012 London. (ren/bas)