KURUNGAN jeruji besi sudah tak asing lagi bagi APP. Tercatat sudah dua kali mendekam di bui. Namun, pria 28 tahun ini tak kunjung jera. Malah kembali berbuat kriminal.

Jika sebelumnya, kasus yang membuatnya masuk bui adalah narkotika, kali ini karena kasus pencurian. Terakhir melakukan aksi pencurian di salah satu kamar indekos di Jalan Anggur, RT 30, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, Rabu (14/7) sekitar pukul 08.00 Wita.

Laptop dan tiga handphone berhasil digondolnya ketika si pemilik kamar indekos itu sedang terlelap. “Pintu kamar kos itu memang nggak terkunci. Jadi, begitu lihat pemilik kosnya tertidur, pelaku langsung masuk dan ambil barang berharga,” kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zaenal Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Fahrudi.

Aksi pencurian penjahat kambuhan ini rupanya terekam kamera CCTV. Di mana membuat aparat kepolisian yang menerima laporan pencurian dengan cepat mengetahui identitas pelaku.

“Kami meminta keterangan dari saksi di TKP, serta mengecek rekaman CCTV. Dari hasil keterangan saksi dan CCTV yang kami peroleh, identitas tersangka berhasil kami kantongi dan langsung melakukan pengejaran,” terang Fahrudi.

Tak sampai 24 jam keberadaan APP telah diketahui. Residivis ini diringkus di kamar indekosnya di kawasan Jalan Wijaya Kusuma. “Di sana kami amankan pelakunya, bersama barang bukti pencurian terakhirnya,” imbuh dia.

Saat ditelusuri lebih jauh, rupanya aksi pencurian yang dilakukan jauh lebih banyak. Kepada petugas, tersangka APP mengaku setidaknya ada 17 kali melakukan pencurian.

“Ternyata sudah mencuri sejak 2019, sejak bebas dari penjara. Modusnya sama, mengambil kalau rumah kosong atau yang punya rumah tertidur dengan pintu tidak terkunci. Ini masih kami kembangkan lagi, kemungkinan lebih dari 17 tempat perkara,” bebernya. (*/dad/kri/k8)