KURSI wakil wali kota Balikpapan yang kosong mulai digoyang PDIP Perjuangan. Nama Risti Dewi Nataris dan Baba telah diusulkan DPD PDIP Kaltim kepada Ketua Umum Megawati untuk dipilih. Keduanya disebut telah mengikuti uji kelayakan. Manuver ini turut menekan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Untuk diketahui, pada Pilkada Balikpapan 2020, Rahmad Mas’ud memilih Thohari Aziz sebagai wakil. Thohari Aziz adalah ketua DPC PDIP Balikpapan. Adapun Rahmad Mas’ud sebagai ketua DPD Golkar Balikpapan. Selain Golkar dan PDIP yang masing-masing memiliki 11 dan 8 kursi di DPRD, pasangan ini diusung koalisi Partai Gerindra (6 kursi), PKS (6 kursi), Partai Demokrat (4 kursi), PPP (3 kursi), PKB (1 kursi), dan Perindo (1 kursi).

Koalisi gemuk itu akhirnya berhasil memenangkan Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz. Namun, takdir berkata lain untuk Thohari Aziz. Dia wafat pada Januari lalu karena terpapar Covid-19. Kondisi ini membuat partai pengusung bermanuver mencari pengganti almarhum Thohari Aziz. Dikonfirmasi Kaltim Post, (13/7), Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin menuturkan, keputusan dari pusat akan terbit dalam satu bulan ke depan. Risti Utami Dewi adalah istri mendiang Thohari Aziz. Sementara Baba, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDIP.

“Kami sudah mengusulkan. Tinggal menunggu dari DPP (PDIP). Mekanismenya kan begitu. Apalagi sekarang masih masa Covid-19, (pengurus) DPP enggak ada yang ke kantor. Kita tunggu saja lah. Mudah-mudahan segera selesai. Dan turun persetujuan dari DPP,” katanya.

Pria yang sempat menjabat kapolda Kaltim ini menambahkan, tak ada pertimbangan khusus untuk mengusulkan Risti maupun Baba ke DPP PDIP. Dia menyebut, keduanya merupakan kader yang cukup lama berkecimpung di PDIP. “Pertimbangannya ya karena keduanya kader PDIP di Balikpapan. Itu saja,” kata anggota DPR RI dapil Kaltim ini.

Setelah keputusan keluar, lanjut dia, PDIP akan berkoordinasi dengan wali kota terpilih. Untuk menyampaikan usulan nama bakal calon wakil wali kota terpilih dari PDIP. Karena berdasarkan mekanisme, nantinya wali kota terpilih yang mengusulkan dua nama calon wakil wali kota ke DPRD. Selanjutnya, diputuskan dalam rapat paripurna DPRD mengenai pemilihan wakil wali kota Balikpapan periode 2021–2024.

“Saya sih mengharapkan dari PDIP, karena sebelumnya (almarhum) Pak Thohari kan berasal dari PDIP. Tapi semuanya berpulang lagi kepada wali kota terpilih. Partai pengusung nanti mengajukan ke wali kota terpilih, dan wali kota terpilih mengajukan ke DPRD,” ungkapnya. Ditemui terpisah, Ketua DPC PDIP Balikpapan Budiono berharap, kader partainya yang ditunjuk menjadi wakil wali kota terpilih. Hal itu ditegaskannya berdasarkan komitmen saat awal pendaftaran sebagai pasangan calon (paslon).

“Jadi kami harap sesuai dengan komitmen awal. Adalah koalisi partai pengusung, memberikan SK dukungan kepada Partai Golkar dan PDIP,” pinta dia. Setelah surat keputusan dari pengurus pusat PDIP keluar, Wakil Ketua DPRD Balikpapan ini menginginkan dilakukan rapat bersama koalisi partai pengusung Rahmad Mas’ud dan (alm) Thohari Aziz. Sehingga bisa dilaksanakan proses pengusulan calon wakil wali kota kepada wali kota terpilih.

“Kami mengikuti saja tahapannya. Artinya ketika nanti diadakan rapat koalisi partai pengusung, kalau bisa diadakan dengan membawa SK rekomendasi. Apalagi, saya yakin, Pak Rahmad (Rahmad Mas’ud) saat ini masih konsentrasi menangani Covid-19. Yang kasusnya di Balikpapan sangat tinggi. Dan Pak Rahmad enggak bisa bekerja sendirian. Harus ada pendampingnya, wakilnya,” pungkas dia. (kip/riz/k8)