PROKAL.CO,

ORANG baru, biasanya semangatnya juga masih baru. Ya, begitulah yang terjadi ketika pelatih-pelatih anyar di Bundesliga mulai bertugas musim panas ini. Mark van Bommel yang menangani VfL Wolfsburg dan Marco Rose sebagai der trainer Borussia Dortmund. Keduanya pun langsung “menghabisi” anak asuhnya.

Van Bommel bahkan meminta pemainnya berlatih pada siang bolong. Tepat pada pukul 12 siang. Ketika jam makan siang, mantan gelandang Bayern Muenchen tersebut meminta Josuha Guilavogui dkk ke lapangan di Allerpark Wolfsburg (sebutan kamp latihan Wolfsburg). Bild menyebut latihan itu sebagai “Pelatihan XXL” karena saking kerasnya.

Namun, Van Bommel mengatakan, program latihannya itu adalah hasil dari evaluasi yang dia lihat di skuad Die Wolfe (julukan Wolfsburg) musim lalu. Klub yang sukses finis di top four musim lalu dia anggap kurang bertenaga. Terlebih setelah dihabisi Hansa Rostock tiga gol tanpa balas dalam laga uji coba di AOK Stadium, Wolfsburg, Minggu lalu (10/7).

’’Kami tak melakukan sesuatu yang luar biasa. Anda harus menemukan solusi latihan di klub ini yang lebih efektif lagi. Kapan dimulainya dan kapan diakhiri, ada juga jeda di antara sesi latihan itu,’’ tutur pelatih 44 tahun itu, dikutip Bild. Van Bommel menggelar latihan siang hari selama 143 menit.

Latihan tengah hari itu bukan hukuman atas kekalahan dari Rostock. Van Bommel bukan tipikal pelatih yang suka menghukum pemain. Dia hanya ingin filosofi permainannya yang lebih agresif dan bertenaga bisa dipahami anak asuhnya. ’’Saya mencoba membantu Anda, dan itu pun harus masuk ke kepala Anda,’’ pinta Van Bommel kepada pemainnya.

Berjarak 250 kilometer dari Allerpark Wolfsburg, tepatnya di Strobelallee (sebutan kamp latihan Dortmund), Rose juga “menghabisi” fisik Marco Reus dkk. Dikutip dari laman Sport1, mantan der trainer Borussia Moenchengladbach itu langsung meminta pemainnya berlari dengan kecepatan penuh.