TINGGINYAlonjakan kasus Covid-19 dan upaya Pemkot Samarinda menekan, pesan berantai hoaks tersiar. Pesan jelas-jelas tidak berkaitan dengan upaya penanganan itu tersebar di media sosial.

Menyebut bagi masyarakat yang ingin menuju Kota Tepian diwajibkan melampirkan hasil uji usap dengan hasil negatif ketika melintas di pos pengetatan. Kabar lainnya, sejak 10–20 Juli mendatang menyebut jika personel kepolisian, Kodim, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Dishub yang tergabung Tim Covid Hunter lintas sektor akan melakukan penertiban pukul 19.00 Wita. Di mana petugas medis akan melakukan uji usap. Jika hasil menunjukkan hasil reaktif, akan diminta melakukan isolasi mandiri di wisma BPSDM.

Kasubbag Humas Polresta Samarinda AKP Annissa Prastiwi yang dikonfirmasi terkait pesan singkat itu membantah kebenarannya. Menegaskan jika informasi yang beredar tidak valid, dan meminta masyarakat agar tidak mudah percaya. "Enggak bener itu. Hingga kini kami belum ada instruksi seperti pesan itu," kata Annissa.

Upaya untuk menekan sebaran Covid-19 di Kota Tepian masih menggunakan empat pos pengetatan di pintu masuk. Mengimbau masyarakat pada malam hari untuk mengikuti surat instruksi Wali Kota Samarinda Nomor 1/2020.

"Metodenya masih sama, masih pakai pos pengetatan dan operasi yustisi untuk taat prokes, seperti yang ditetapkan FKPD. Kalau yang beredar itu salah," tegasnya. (*/dad/dra/k8)