JAKARTA- Koordinator PPKM Darurat Menko Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa dengan upaya penambahan kapasitas medis berupa obat, impor oksigen, dan penambahan konversi tempat tidur (TT) untuk pasien Covid-19, diharapkan kondisi akan mulai membaik 4-5 hari mendatang.

Luhut berharap, bahwa minggu depan kurva kasus sudah bisa menunjukkan tanda-tanda mendatar (flattening). Dalam beberapa hari terakhir pemerintah berusaha untuk menjaga agar kasus tidak lebih dari 30 ribu.

Namun kenyataannya, kenaikan kasus kembali memecahkan rekor tertinggi Senin (12/7). Yakni 40 ribu kasus baru. Data Satgas Covid-19 menunjukkan 40.427 kasus positif baru. Disisi lain, angka kesembuhan juga mencapai rekor tertinggi yakni 34.754 meskipun belum bisa melampaui angka pertambahan kasus.

Luhut menjelaskan, berdasarkan pemantauan mobilitas, pada seminggu pertama pemberlakukan PPKM darurat atau pada 3-10 Juli 2021, mobilitas dan aktivitas masyarakat di Jawa-Bali sudah menunjukkan penurunan di angka 10-15 persen. Masih jauh dibawah harapan yakni 50 persen.

“Tapi saya kira implementasi di lapangan semakin baik. 1 minggu kedepan kasusa bisa mulai turun sesuai harapan kita,” jelas Luhut kemarin. Dengan paduan PPKM darurat, disiplin prokes, dan vaksinasi. Maka ia menyebut kondisi bisa semakin baik. “Jadi kalau ada yang bilang tidak terkendali suruh datangi saya. Saya tunjukkan ke mukanya kalau ini terkendali. Bahwa ada masalah memang banyak. Tapi satu persatu diselesaikan oleh tim,” jelasny.

Penambahan rumah sakit dan tempat tidur (TT) baik isolasi maupun ICU kata luhut terus berjalan sesuai dengan penambahan kasus harian dengan antisipasi skenario terburuk. Luhut menyebut di Jawa Barat, Bandung, Semarang sampai Jatim dan Bali, TNI dan Polri sudah diminta untuk membuat RS-RS darurat. ”Jumlah RS dan ICU makin banyak terpenuhi sehingga bisa mengurangi kesulitaan tempat tidur,” jelasnya.

Ditambah dengan RS Asrama Haji dan Rusun Pasar Rumput yang kini sudah mulai beroperasi.

Luhut menyebut dalam waktu dekat pemerintah akan mengimpor 40 ribu ton oksigen cair (liquid oxygen) untuk persediaan kalau-kalau kasus menanjak lagi. ”Mungkin kita tidak butuh sebanyak itu. Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika-Inggris tren meningkat tajam. Jadi ini berjaga-jaga agar kita tidak caught by suprise,” katanya.

Luhut menyebut, Presiden juga sudah menyetujui impor oksigen konsentrator untuk mengurangi penggunaan oksigen cair sejumlah total 50 ribu tabung. Saat ini di Indonesia sudah memiliki sekitar 10 ribuan tabung. Tabung-tabung tersebut nantinya akan didistribusikan ke rumah-rumah untuk warga yang menjalani isoman dengan gejala ringan. ”Kalau sudah selesai (sembuh,Red) bisa bisa diambil dan digunakan lagi (untuk yang lain,Red)” katanya. 1 tabung berkapasitas 5 liter bisa digunakan selama 5 hari. ”Insyaallah selesai kasus Covid masih bisa dibagikan ke rumah-rumah sakit kita,” imbuhnya.

Sementara itu, mulai besok, Rabu (14/7), pemerintah akan mulai membagikan 300 ribu paket obat untuk para pelaku isoman dengan kategori tanpa gejala (OTG). Stok obat disebut Luhut cukup untuk 210 ribu kasus aktif. ”Ini berlangsung selama beberapa bulan kedepan. Ini akan dibagikan oleh TNI dan elemen-elemen masyarkat yang lain,” katanya.

Selain obat, bantuan pangan berupa beras juga akan dibagikan oleh pemerintah melalui TNI dan Polri. Juga akan dimulai Rabu besok. Ada paket 5 kilogram, ada yang 10 kilogram. “Presiden berpesan tidak boleh rakyat sampai kelaparan atau tidak makan,” jelasnya.

Sementara hingga saat ini stok vaksin yang ada di pemerintah awalnya 31 juta dosis. Namun karena ada beberapa tambahan sumbangan dari beberapa negara, maka total stok vaksin menjadi 45 juta dosis. Seluruh dosis diharapkan bisa disuntikkan pada bulan ini. ”Peningkatan vaksinasi akan dilakukan oleh TNI-Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Pelaksanaan akan langsung ke daerah-daerah marjinal, pinggiran-pinggiran kota. Minggu ini bakal mulai berjalan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penambahan TT baik isolasi maupun ICU juga membutuhkan tenaga perawat dan dokter. Tenaga kesehatan yang ada sudah banyak berkurang karena beberapa terpapar virus dan harus melakukan isolasi mandiri.

Saat ini kata Budi, pihaknya sedang melakukan finalisasi pembahasan dengan asosiasi perawat, dokter, dan bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga. ”Vaksinasi ketiga dengan Moderna untuk melindungi mereka. Akan dimulai secepat-cepatnya,” jelas Budi.

Untuk penambahan perawat dan dokter. Kemenkes telah mengidentifikasi kebutuhan 16-20 ribu perawat Pihaknya telah mengidentifikasi perawat-perawat yang sudah lulus sekolahnya dan sudah melakukan uji kompetensinya di tingkat akhir. “Kami sudah bicara dengan Mendikbud akan bisa menggerakan secepat-cepatnya masuk ke praktek,” katanya.

Sementara untuk dokter, saat ini ada gap 3 ribuan dokter. ”Dengan penambahan kasus ini dokter-dokter yang akan selesai (lulus,Red) di tahun ini ada sekitar 3.900 orang. Kami juga sudah mempersaapkan dokter-dokter yang sudah lulus intership untuk segera masuk,” pungkas Budi.

Disiplin Idul Adha

Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara khusus (12/7) mengundang sejumlah tokoh agama Islam. Dalam pertemuan tersebut dia meminta kerjasama dari para tokoh agama Islam untuk ikut mengajak masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Khususnya menjelang perayaan Idul Adha pada 20 Juli mendatang.

’’Tingkat bahayanya (Covid-19, Red) sudah luar biasa. Korbannya sudah banyak. RS sekarang sudah tidak menampung, kekurangan oksigen,’’ katanya. Ma’ruf menyampaikan tingkat kasus kematian karena Covid-19 di Indonesia bahkan pernah tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

Dia menjelaskan korban meningkat akibat Covid-19 tidak hanya masyarakat umum. Tetapi juga ada ribuan tenaga kesehatan yang sudah gugur karena tertular Covid-19. Merujuk data per 6 Juli lalu ada 405 orang dokter yang meninggal. ’’Untuk jadi dokter tidak mudah. Bukan setahun dua tahun,’’ jelasnya.

Kemudian ada 399 orang perawat, 166 bidan, 43 dokter gigi, dan 32 ahli laboratorium yang meninggal karena Covid-19. Tidak hanya itu juga, ada lebih dari 541 ulama laki-laki maupun perempuan yang meninggal dalam suasana Covid-19. Sama seperti dokter, Ma’ruf mengatakan untuk mencetak ulama tidak gampang. Dia menegaskan bahaya Covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi atau dibuat-buat.

Untuk itu Ma’ruf sebagai Wakil Presiden sekaligus sesama ulama, berharap para tokoh agama Islam untuk mengajak masyarakat mengikuti ajakan pemerintah disiplin menerapkan protokol kesehatan. Termasuk nanti tidak menggelar salat Idul Adha secara berjamaah di masjid maupun luar masih untuk daerah yang memberlakukan kebijakan PPKM darurat. Menurutnya aturan yang dibuat pemerintah tidak hanya merujuk pada undang-undang. Tetapi juga klop dengan ajaran agama.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi berharap gerakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang ada di masyarakat dapat berperan dalam membantu warga terdampak pandemi Covid-19. ’’Disamping membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil,’’ katanya. Sehingga masyarakat kecil bisa tetap memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya belinya.

Dia menjelaskan pemerintah memiliki program stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial. Namun program ini bisa diperkuat dengan partisipasi masyarakat melalui dana ziswaf. Zainut mengatakan dalam kondisi apapun, kesadaran berinfak atau sedekah tetap harus ditumbuhkan. Sebagai cerminan semangat Islam yang membawa rahmat untuk seluruh alam. Apalagi potensi zakat secara nasional mencapai Rp 233 triliun per tahun. Dari potensi tersebut, realisasi penghimpunan baru sekitar Rp 10 triliun.

Keterlibatan masyarakat dalam membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19 terus bermunculan. Seperti yang dilakukan oleh Tanoto Foundation dengan menyalurkan bantuan 500 ton oksigen cair. Bantuan oksigen ini akan didistribusikan ke rumah sakit, khususnya di Jawa dan Bali.

Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan mengatakan pada tahap pertama bantuan oksigen tersebut didistribusikan ke tiga provinsi. Yaitu ke Provinsi DKI Jakarta sebanyak 48 ton, Provinsi Jawa Barat sejumlah 46 ton, dan DI Jogjakarta dipatok enam ton. ’’Oksien ini merupakan produksi PT Riau Andalan Pulp and Paper yang merupakan mitra dari Tanoto Foundation,’’ tuturnya.

Direktur Komunikasi Tanoto Foundation Haviez Gautama mengatakan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia membutuhkan pasokan oksigen yang mencukupi. ’’Kami melihat ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19 di rumah sakit sangatlah penting,’’ jelasnya.

Haviez mengungkapkan mereka mendapatkan arahan langsung dan mandar dari keluarga Tanoto yang terpanggil untuk ikut tanggap dan bergerak dengan cepat membantu pasokan oksigen. Dia berharap pasokan oksigen cair sebanyak 500 ton tersebut dapat membantu proses penyembuhan banyak pasien.(tau/wan)