Asrinda Basri, perempuan kelahiran Tenggarong, 3 Juli 1997 silam itu benar-benar menyedot animo masyarakat, khususnya dunia media sosial. Dikenal sebagai Wati, dia membagikan kisahnya kala Kaltim Post bertandang ke kediamannya belum lama ini.

 

Bagaimana kesibukannya saat ini?

Alhamdulillah, agak lumayan sih sekarang. Soalnya sudah ada panggilan di televisi, kolaborasi juga sama YouTuber. Banyak yang ngundang saya sama “Daeng” (Adi Syahreza).

 

Bagaimana sih bisa sampai terkenal di TikTok?

Sebenarnya awal mulai main media sosial (medsos) di 2015. Dulu di Tenggarong mungkin belum banyak yang main TikTok. Mungkin baru saya. Setahun tuh bikin-bikin video. Setelah itu vakum, karena kerja di salah satu toko elektronik di Tenggarong. Tapi sambil-sambil bikin video angkat-angkat, ngerakit, dan ngobrol-ngobrol juga. Itu semua saya upload.

 

Apa yang pertama kali momen yang sampai enggak bisa dilupakan?

Ada saya upload video yang bapak belikan celana saya yang besar. Beh, itu ternyata bisa viral. Ditambah lagi saya yang angkat barang-barang elektronik yang berat. Sampai yang pertama kali undang ke Jakarta itu Ria Ricis.

 

Apa sudah ada yang ajak main film, karena sebelumnya kan berkeinginan main film?

Alhamdulillah, sudah ada yang tawaran untuk main film televisi (FTV). Sebetulnya enggak menyangka, kok bisa. Kan Asrinda juga sering bikin drama-drama sama anak-anak Tenggarong”.

 

Bagaimana respons keluarga untuk pertama kali?

Pertama kali yang sangat senang itu mama. Sampai menangis bahagia. Tidak menyangka anaknya bisa diundang di acara televisi. Keluarga yang di Sulawesi juga ikut senang. Alhamdulillah, teman-teman di sekolah sampai kuliah itu ngucapin, keinginanmu tercapai. Awal bertolak ke Jakarta juga sempat tidak diperbolehkan sama bapak. Apalagi saya sama kakak kan perempuan. Makanya pas di awal berangkat itu ditemani sama bapak, tahu sendiri kan, Jakarta itu keras.

 

Kenapa bisa Asrinda dipanggil Wati, dan bagaimana cerita romantis bersama Daeng (Adi Syahreza)?

Hahaha, kan itu ingat lagi sama bikin video. Dulu sering salah-salah ngomong. Nah, itu yang merespons si Daeng. Jadi dibenarkan tuh. Wati itu sebenarnya adalah kepanjangan dari wanita cantik. Dari situ ngerasa cocok sama Daeng. Kebetulan, kok dilihat-lihat rasanya sama juga “bobrok” dan jahil. Dia (Daeng) itu kalem-kalem juga. Netizen juga responsnya luar biasa. Asrinda juga ada rencana mau dibawa ke Ngawi, Jawa Timur. Kebetulan mamahnya Daeng juga sudah ajak ke sana (Ngawi). Kami juga sudah ada fanbase, namanya adias, Adi dan Asri.

 

Sudah memiliki fanbase, seperti apa waktu ketemu di Jakarta?

Luar biasa Kak, ada yang sampai rela-rela datang dari jauh buat ketemu. Ada ibu-ibu, remaja-remaja juga ketemu, bawakan makanan, baju, dan hadiah-hadiah. Pas di Balikpapan juga, ada ibu-ibu yang datang belikan hadiah.

 

Orangtua Asrinda bagaimana responsnya ke Daeng?

Alhamdulillah, bapak sama mamah sangat setuju. Nerima. Sudah ngobrol juga. Terus kalau Daeng Adi itu memang jodohku, langsung aja kita gas, hahaha.

 

Targetnya apa yang ingin dicapai lagi?

Pak produser, di Tenggarong ada Asrinda lho, hehehe. Ya pasti main film, semoga aja segera terwujud. (rin/dra2/k16)