Andres d’Alessandro termasuk yang sangat yakin Lionel Messi masih bisa bermain di level tertinggi sampai usia 40 tahun. Kalau tengara mantan gelandang timnas Argentina itu benar, masih ada waktu enam tahun lagi bagi Messi.

Artinya, dengan catatan tidak keburu pensiun dari timnas, masih ada empat kesempatan bagi Messi untuk menari gembira seperti yang dilakukannya kemarin pagi WIB di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil. Dua Piala Dunia (2022 dan 2026), satu Copa America (2024), dan satu Piala Interkontinental.

Tentu dengan catatan tambahan juga: jika dia kembali bisa memimpin rekan-rekannya juara, seperti yang kemarin pagi WIB dia lakukan. Argentina menundukkan Brasil 1-0 di final Copa America, gelar internasional pertama Negeri Tango itu sejak 1993. Sekaligus juga titel pertama yang dipersembahkan Messi untuk negara tempat dia dilahirkan 34 tahun silam tersebut. Tak heran kalau megabintang yang saat ini berstatus free agent alias tak punya klub itu demikian emosionalnya.

Mengenai Piala Interkontinental, format serupa sudah terjadi di level klub. Kali pertama digelar pada 1960 dan terakhir pada 2004. Sebelum digantikan oleh Piala Dunia Antarklub yang resmi mulai digelar setahun berselang meski format ’’uji coba” nya telah berlangsung empat tahun sebelumnya.

Seperti dilansir Marca, wacana untuk merealisasikannya sudah semakin intens dibicarakan para elite Conmebol (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan) dan UEFA (Gabungan Federasi Sepak Bola Eropa). Dalam hal ini melalui presiden masing-masing organisasi, Alejandro Dominguez (Conmebol) dan Aleksander Ceferin (UEFA).

Waktu penyelenggaraan pun sudah dipilih. Yakni, setahun sebelum Piala Dunia. Karena Piala Dunia berikutnya sudah dihelat tahun depan, edisi inaugurasi Piala Interkontinental antara juara Copa America dan Euro bakal dihelat empat tahun lagi atau sebelum Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di tiga negara: Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

Nantinya, Piala Interkontinental edisi negara akan menggantikan Piala Konfederasi yang sudah dilangsungkan FIFA sejak 1992 dan terakhir empat tahun lalu. Format dan waktu penyelenggaraan yang lebih pendek jadi salah satu faktor.

’’Kami memiliki kedekatan yang cukup baik dengan UEFA. Kami saling bertukar ilmu dan pengalaman (termasuk tentang Piala Interkontinental edisi negara yang terus dimatangkan, Red),’’ papar Direktur Legal Conmebol Dominguez Monserrat Jimenez. (io/c17/ttg)