PENAJAM-Aksi mogok kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) berakhir, menyusul insentif yang tertunggak selama enam bulan, Juni-Desember 2020, sudah dibayar oleh pemerintah desa setempat, Jumat (9/7).

Di desa bekas transmigrasi tahun 1979 itu terdapat empat posyandu. Yaitu Posyandu Maju, Posyandu Beringin, Posyandu Jantung Sehat, dan Posyandu Mawar, yang tiap posyandu terdapat lima orang petugas. Mereka menerima insentif Rp 200 ribu per bulan per orang. Total insentif yang tertunggak selama setengah tahun itu adalah Rp 1,2 juta per kader posyandu.

“Betul, kami telah menerima hak insentif yang tertunggak enam bulan pada tahun lalu telah kami terima pada Jumat, 9 Juli 2021. Insentif kami terima langsung di Kantor Desa Gunung Intan,” kata Ketua Kader Posyandu Maju, Suprihatin yang dihubungi Kaltim Post.

Sesuai komitmen bersama para kader posyandu segera bekerja kembali setelah hak insentif mereka terima. “Iya, sekarang ini kami mulai aktif lagi melayani kesehatan masyarakat, terutama untuk bayi-bayi yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami pada masing-masing posyandu,” katanya.

Ia menambahkan, selain menerima insentif yang tertunggak enam bulan itu kader posyandu juga menerima insentif untuk tahun anggaran 2021 ini. Jumlah totalnya Rp 900 ribu atau masing-masing Rp 300 ribu untuk bulan Januari, Februari, Maret 2021. “Ada penambahan Rp 100 ribu tiap bulannya pada 2021 ini. Sisanya dibayar pada pencairan tahap kedua. Entah, kapan,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran media ini, jumlah bayi di Gunung Intan yang tidak terlayani posyandu selama kader mogok sejak usai Lebaran lalu, tercatat 211 orang. Rinciannya, di bawah Posyandu Maju ada 59 bayi dengan rincian 2 bayi, 29 bayi tiga tahun (batita), 28 bayi lima tahun (balita). Di bawah Posyandu Jantung Sehat ada 10 bayi, batita 16, balita 10; Posyandu Beringin ada 11 bayi, 8 batita, 33 balita, dan Posyandu Mawar terdapat 11 bayi, 7 batita, 19 balita.(ari/fark15)