Kekalahan Conor Mcgregor atas Dustin Poirier dalam duel ketiga (trilogi) mereka di UFC 264, Minggu (11/7) pagi Wita, menyisakan kekesalan dan mungkin dendam tak berkesudahan bagi McGregor. Ini adalah kekalahan kedua McGregor atas Dustin, setelah sebelumnya McGregor KO dihajar Dustin pada UFC 257 Januari lalu. McGregor menganggap "urusan" dia dengan Dustin belum selesai di pertarungan. 

"Keputusan dokter, keputusan dokter," teriak McGregor kepada wasit Dean seakan-akan ingin mengatakan dia belum menyerah melawan Poirier.

McGregor tambah dongkol melihat Poirier yang mengejeknya. Poirier menirukan gaya jalan khas McGregor sambil berjalan ke arah petarung berjuluk The Notorious tersebut. Dalam wawancara dengan Joe Rogan sambil mendapat perawatan medis, McGregor terlihat sangat kesal. Pria Irlandia 32 tahun itu bahkan masih mengajak Poirier bertarung dengan kaki patah. "Saya berhasil meninju kepalanya, saya berhasil menendang kakinya. Dia melakukan hal yang biasa. Pertarungan ini belum berakhir. Jika harus diselesaikan di luar [octagon], mari kita lakukan di luar," ucap McGregor kepada Poirier dikutip dari Reuters.

Dustin sendiri usai pertandingan saat diwawancarai Joe Rogan, mengatakan ada andil dia dalam hal patahnya kaki McGregor. Ia mengaku sudah mengincar dan menghajar kaki McGregor. Kaki McGregor retak karena melakukan tendangan ke saya pada awal pertarungan, dan dia mematahkan kakinya ketika melakukan pukulan, itu pasti," ucap Poirier usai UFC 264.

"Ketika saya menunjuk ke arah dia di awal pertarungan, ketika dia melakukan check, saya yakin ketika itu kakinya retak. Saya merasakan sesuatu, dia menendang saya dengan keras, kemudian dia terkilir dan kakinya patah," sambung Poirier.

Namun, McGregor membantah pernyataan Poirier. Petarung asal Republik Irlandia itu mengaku hanya salah pijakan kaki saat pukulannya tidak tepat sasaran. "Ini bukan karena tendangan, ini bukan karena salah satu tendangan itu, kaki saya jatuh dengan kondisi aneh seperti yang dialami Anderson Silva," kilah McGregor.