Eskalasi penyebaran Covid-19 di Samarinda tidak bisa dihindari. Hingga Jumat (9/7), tujuh dari 10 kecamatan sudah memasuki zona merah, lainnya berstatus zona oranye.

 

SAMARINDA–Persentase bed occupation ratio(BOR) di 15 fasilitas kesehatan pun mencapai 82,22 persen, jauh di atas standar World Health Organization (WHO), 60 persen. Beragam langkah antisipasi tengah disusun untuk meningkatkan jumlah ketersediaan tempat tidur.

Langkah tersebut baik berupa rencana pembentukan rumah sakit darurat, hingga opsi mengontrak hotel. Tujuannya dapat memberikan tempat perawatan yang layak kepada masyarakat ketika sewaktu-waktu kejadian buruk terjadi.

Menanggapi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tepian

,
 beberapa minggu ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, baru-baru ini telah memanggil Dinas Kesehatan (Diskes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta OPD teknis lain.

Pihaknya tengah menyusun skema untuk mempersiapkan keadaan tidak terduga yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Misalnya, mengontrak hotel hingga alternatif untuk pembentukan RS darurat.

“Ini langkah persiapan jika sewaktu-waktu kejadian tidak terduga menimpa. Hasil kajian diserahkan ke kami minggu depan, sehingga bisa ditindaklanjuti,” ucap dia, (9/7).

Dia menambahkan, pada masa lonjakan kasus keempat ini sikap yang bisa dilakukan masyarakat adalah turut berperan melawan Covid-19 mendukung pemerintah, TNI, dan Polri. Bahwa sektor ekonomi bisa tetap berjalan, namun dengan penegakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Yaitu dengan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Didukung 3T (tracing, testing, treatment). “Masyarakat diharapkan berada di garda terdepan untuk memperketat prokes demi menjaga keluarga di rumah,” ucapnya.

Mengenai Covid-19 varian Delta yang diduga sudah menyerang Samarinda telah berdampak terhadap golongan usia pasien terkonfirmasi. Hampir 8–10 persen pasien berusia di bawah 50 tahun, bahkan cenderung remaja.

Karena itu, dalam Surat Instruksi Wali Kota Nomor 1/2021 tentang Pengetatan PPKM mikro diisyaratkan bahwa ada harapan positif. Ketika lonjakan kasus terjadi ada kemungkinan segera melandai. “Kami juga minta masyarakat untuk berdoa, agar Samarinda dijauhkan dari wabah Covid-19,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Diskes Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan RS-RS swasta untuk dapat menambah kapasitas tempat tidur khusus pelayanan pasien Covid-19.

Data yang dipublikasi pada 3 Juli lalu, kapasitas tempat tidur di Kota Tepian mencapai 479 unit tersebar di 15 lokasi. Lima titik di antaranya berstatus puskar atau pusat karantina.

Terbaru, Puskesmas Makroman tengah dipersiapkan menjadi puskar yang dalam dua minggu ke depan fasilitasnya bakal ditingkatkan. (dns/kri/k8)