BALIKPAPAN-Kasus positif Covid-19 di Balikpapan terus mengalami peningkatan. Hari ini (10/7/2021), Satgas Covid-19 Balikpapan merilis penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 285 kasus, 12 pasien meninggal dunia dan 105 pasien dinyatakan sembuh.

Peningkatan kasus beberapa waktu belakangan membuat bed occupancy rate (BOR) alias tingkat keterisian kamar tidur RS selalu berada di angka 100 persen.

Mengantisipasi penambahan kasus yang kian tinggi, Pemkot Balikpapan berencana menjadikan Embarkasi Haji Batakan yang saat ini jadi tempat isolasi sebagai Rumah Sakit Darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, pemilihan Embarkasi Haji Batakan sebagai kandidat RS Darutat.

“Kandidatnya memeng mengerucut ke Embarkasi Haji Batakan, sebab sarana dasar seperti air, listrik dan komunikasi sudah tersedia. Ditambah setahun belakangan di sana kan memang jadi lokasi isolasi,” kata perempuan yang kerap disapa Dio ini.

Namun demikian, rencana penetapan embarkasi haji sebagai RS darurat bukan tanpa kendala.

Dengan kapasitas 300 pasien, Pemkot Balikpapan dipastikan mesti menambah jumlah tenaga medis di embarkasi haji.

Belum lagi persoalan administrasi. Status RSKD yang berada di bawah Provinsi Kaltim membuat Pemkot Balikpapan mesti berkoordinasi lebih dulu dengan Kementerian Kesehatan dan Pemprov Kaltim.

“Pak Wali Kota sudah meminta RSKD untuk jadi pengampu. Pada dasarnya semua pihak siap untuk bekerjasama, tinggal nanti secara administrasi saja siapa yang mengeluarkan SK,” beber Dio.

Selain menyiapkan embarkasi haji, Pemkot Balikpapan juga  berencana menjadikan wisma atlet di Balikpapan Tenis Stadium sebagai lokasi isolasi mandiri.

“Ini baru opsi jika kasus naik terus. Tapi kan kita berharap dalam seminggu ke depan kasus bisa menurun,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. (hul)