TENGGARONG–Akses jalan pendekat menuju Jembatan Martadipura di Kecamatan Kota Bangun, Kukar, kembali menuai sorotan. Jalan penghubung utama kecamatan hulu Kukar itu dinilai rawan kecelakaan hingga kriminalitas.

Anggota DPRD Kukar Sopan Sopian mengatakan, mobilitas penggunaan jembatan tersebut semakin tinggi. Tak hanya warga yang hendak menyeberang sungai di Kota Bangun, tetapi juga kendaraan pengangkut sembako.

Jembatan yang diresmikan tahun 2006 itu dapat menghubungkan sejumlah kecamatan. Yakni Kenohan, Kembang Janggut, hingga Tabang. Namun sayangnya pada malam hari Jembatan Martadipura tidak diterangi dengan cahaya lampu. Sehingga, pengendara hanya mengandalkan penerangan lampu kendaraan.

Minimnya penerangan di jalur sepanjang sekitar 15,3 kilometer itu pun berpeluang memicu kecelakaan lalu lintas. Ditambah lagi kondisi jalan ini juga banyak terdapat tikungan yang membuat pengendara akan terkejut usai memacu kendaraannya dengan kencang.

“Apalagi kondisi jalannya tidak lurus melainkan banyak berkelok-kelok maka sangat rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dulu pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi tersebut. Supaya tidak memakan korban lagi, hal ini harus mendapat perhatian khusus pemerintah daerah. “Pemerintah harus mengambil langkah cepat supaya meminimalisasi kecelakaan,” ungkapnya.

Sopan berharap, jika nanti listrik sudah masuk wilayah Desa Sebelimbingan dan Muhuran. Pemkab Kukar segera menganggarkan lampu penerangan sepanjang sekitar 15 kilometer.

Sebab, kehadiran lampu sangat dinantikan masyarakat ketika melintas serta mengurangi kecelakaan dan kriminalitas. “Jika tidak menggunakan listrik bisa juga pakai tenaga surya,” terangnya. (qi/kri/k8)