SAMARINDA - Tim pemakaman Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda dalam sehari, Kamis (8/7/2021) melakukan pemakaman 11 jenazah dengan protokol kesehatan. Jumlah ini mencatat rekor tertinggi sejak pandemi tahun 2020.

Pada trip pertama, ada 4 pemakaman dilakukan BPBD. Kemudian, siang harinya ada 4 pemakaman dan malam hari 3 pemakaman dilakukan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, Ifran mengatakan 8 jenazah berasal dari Rumah Sakit (RS) Abdul Wahab Sjahranie, 1 jenazah masing-masing dari RS IA Moeis, RS Hermina dan Dirgahayu.

"Wabah ini sedang puncak-puncaknya. Bahkan ini rekor tertinggi angka kematian di kota Samarinda yaitu 11 kematian akibat wabah COVID-19. Dan secara keseluruhan yang dimakamkan di Serayu sebanyak 631 jenazah," kata Ifran, Kamis malam. Untuk itu, Ifran mengimbau ke masyarakat agar disiplin melaksankan protokol kesehatan dan gerakan 4 M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Saat ini, hampir rumah sakit di kota Samarinda terisi penuh pasien di ruang isolasi. Sehingga, kesulitan menerima pasien baru. Tim medis pun kini menyiapkan ruangan isolasi tambahan. Sedangkan, obat-obatan dan oksigen ketersediaannya kian menipis.

Sementara itu, data yang dirilis harian Dinas Kesehatan Kota Samarinda menyebut, pada Kamis ini, ada tambahan 146 kasus baru terkonfirmasi COVID-19. Adapun, kasus dalam perawatan ada 935 kasus. Dan total kasus meninggal ada 387 kasus sejak pandemi tahun 2020. (myn)