PENGONDISIAN truk di luar Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan ditengarai sudah berjalan bertahun-tahun. Bahkan ada kesan PT ASDP Indonesia Ferry sengaja membina warga. Kemudian mereka mendapatkan iming-iming fee setelah mendapatkan kendaraan untuk BUMN pelayaran tersebut. Berikut wawancara dengan Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Balikpapan Rahim, Senin (14/6).

Warga yang mengondisikan truk di luar Pelabuhan Feri Kariangau diduga kuat terafiliasi dengan ASDP Indonesia Ferry. Apa benar?

Saya tidak tahu. Jujur saya baru tahu informasi ini dari Anda. Kami tidak memberikan instruksi kepada warga melakukan pengondisian seperti itu.

Bagaimana mereka bisa beraktivitas?

Kami tidak bisa melarang warga beraktivitas sepanjang tidak ada hubungannya dengan perusahaan kami.

Lantas bagaimana mereka bisa terhubung dengan ASDP di Pelabuhan Feri Kariangau?

Saya akan mencari tahu terlebih dahulu persoalan ini. Termasuk menanyakan ke petugas lapangan di pelabuhan.

Kabarnya aktivitas pengondisian truk sudah berjalan lama…

Saya juga tidak tahu. Intinya, keberadaan truk yang dikumpulkan warga itu, kembali ke masing-masing sopir. Setiap sopir berhak menentukan pilihan naik feri apa. Memilih transportasi terbaik. Ya kenapa enggak. Mungkin pelayanan kami lebih baik. Jadi kami yang dipilih.

Bahkan sopir tergiur cashback sehingga mereka mendatangi calo kemudian memilih feri milik ASDP…

Itu juga saya tidak pernah mengetahui. ASDP juga tidak pernah memberi instruksi seperti itu kepada warga.

Yakin ASDP tidak tahu?

Iya yakin.

 

Siapa yang memotong tiket kendaraan di feri?

Petugas dari ASDP.

Berarti ASDP tahu. Mengingat yang memberi cashback ke sopir adalah petugas pemotong tiket? (Sesuai penelusuran Kaltim Post)

Wah sekali lagi saya tidak tahu. Saya harus cek dulu.

Idealnya mencari penumpang seperti apa?

Yang wajar dari teknik marketing adalah memberikan reward kepada pengguna. Reward itu bisa berupa poin. Semakin sering menggunakan ASDP, maka poinnya akan bertambah. Poin itu yang kemudian bisa ditukar berupa diskon hingga menggunakan feri penyeberangan secara gratis.

Jadi, Anda tidak setuju dengan adanya cashback?

Saya justru tidak setuju dengan sistem cashback. Termasuk segala bentuk premanisme di pelabuhan feri harus dihapuskan.

Apa rencana ASDP ke depan?

Kami lagi menyosialisasikan pembayaran feri nontunai di Pelabuhan Feri Penajam. Bahkan telah melibatkan empat bank. Metode pembayarannya mirip masuk tol. Selain untuk feri, kartunya pun bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tol. Cara ini untuk menghindari uang tunai di pelabuhan. Sekaligus mencegah praktik-praktik curang. (rom/k15)