Prokal.co, Tenggarong- Jembatan Martadipura yang terletak di Kecamatan Kota Bangun merupakan satu-satunya akses utama menuju berbagai desa dan Kecamatan wilayah hulu Kutai Kartanegara.

Infrastruktur ini sangat berdampak positif bagi roda perekonomian masyarakat sekitar. Namun dibalik itu, jembatan Martadipura sering kali tertabrak tumpukan gunung batu bara yang diangkut ponton saat melewat dibawah jembatan.

Pada 31 Mei lalu, sedikitnya sudah empat kali tumpukan batu bara menghantam badan jembatan dalam hitungan beberapa jam saja.

Hal ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian. Ia mengatakan kehadiran jembatan sangat penting bagi masyarakat yang melintas. Apalagi puluhan desa sangat bergantung pada jembatan sebagai sarana aktivitas sehari-hari.

"Jangan sampai ini menjadi hambatan akibat ditabrak batu bara. Sebab adanya kerusakan bisa menyebabkan akses utama masyarakat terganggu," kata Sopan.

Ia juga secara tegas, setiap kapal pengangkut batu bara yang melintas dibawah jembatan harus menyesuaikan muatannya. Jangan sampai ada sentuhan apapun dari bawah meskipun hanya sekedar tumpukan. Karena berawal dari tumpukan jika sering ditabrak lama-kelamaan akan rusak.

"Yang katanya tidak mempengaruhi, tetapi saya rasa sangat mempengaruhi karena ada getaran dan goyangan badan jembatan," tegasnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga meminta Dinas Perhubungan agar memberikan sosialisasi berupa himbauan kepada kapal-kapal yang hendak melintas. Untuk mengurangi muatannya, sebab jembatan adalah aset berharga milik Pemkab Kukar dalam memberikan kemudahan masyarakat.

"Kita minta Dishub Kukar agar selalu berikan himbauan setiap kapal yang akan melewati wilayah sungai mahakam," pungkasnya. (ADV/RH)