BALIKPAPAN-Perencanaan pembangunan pelabuhan untuk menunjang pemindahan ibu kota negara (IKN) baru ke Kaltim terus dilakukan. Pada tahun ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub), melanjutkan penyusunan perencanaan pelabuhan di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Kajian ini melengkapi perencanaan pengembangan pelabuhan di Balikpapan yang sebelumnya dikerjakan tahun lalu. Pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Kariangau. “Tahun 2021, mulai ada studi pra-FS (feasibility study) untuk pelabuhan di PPU dan Kukar,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Hubla Kemenhub R Agus H Purnomo belum lama ini. Lelang kegiatan pra-studi kelayakan (pra-FS) pelabuhan PPU telah dimulai sejak 5 April 2021. Nilai pagu paket dan nilai HPS (Harga perkiraan sendiri) senilai Rp 611,16 juta.

Tahapan saat ini memasuki masa sanggah yang berakhir pada 7 Juli 2021. Lelang ini diikuti oleh 66 peserta. Pada 8-16 Juli 2021, dilanjutkan dengan penunjukan penyedia barang/jasa. Kemudian penandatanganan kontrak pada 8-23 Juli 2021. Secara bersamaan, juga dilaksanakan lelang pra-FS pembangunan pelabuhan di Kukar. Nilai pagu paket dan nilai HPS paket sebesar Rp 607,97 juta. Tahapan saat ini adalah pembukaan dan evaluasi penawaran yang akan berakhir Selasa (6/7). Lelang ini diikuti 64 peserta, dengan jadwal penetapan dan pengumuman pemenang pada 6 Juli 2021.

Penyusunan kajian lainnya, studi pengembangan pembangunan pelabuhan outlet sebagai angkutan barang dan angkutan penumpang untuk mendukung IKN baru. Nilainya pagu paketnya sebesar Rp 684 juta dan nilai HPS senilai Rp 675,43 juta.

Pada tahun ini, juga direncanakan penyusunan detail engineering design (DED) pengembangan Pelabuhan Kariangau dan Pelabuhan Semayang. Akan tetapi, saat dicek melalui laman https://lpse.dephub.go.id/, tampaknya masih belum dilaksanakan. Masih mengacu jadwal, jika penyusunan DED Pelabuhan Kariangau dan Pelabuhan Semayang dilaksanakan tahun ini, maka pada 2022 bisa dilanjutkan dengan studi lingkungan dan pembebasan lahan. Sementara pada 2023, direncanakan pengembangan dermaga curah dan multipurposePelabuhan Kariangau beserta pengembangan terminal penumpang Pelabuhan Semayang. “Dan seterusnya, akan kami lakukan tahapan-tahapan sampai tahun 2024,” pungkas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tengah menyiapkan sejumlah alternatif pelabuhan untuk mengangkut material pembangunan calon IKN baru. Khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN baru di Kecamatan Sepaku, PPU. Ada enam alternatif pelabuhan yang bisa digunakan sebagai pintu masuk material menuju KIPP calon IKN baru. Sebanyak lima pelabuhan yang berada di wilayah PPU. Yakni Pelabuhan ITCI Hutani Manunggal, Pelabuhan ITCI Kartika Utama, dermaga eks pembangunan Jembatan Pulau Balang, Dermaga Pantai Lango, dan Pelabuhan Buluminung. Sementara satu pelabuhan lainnya, berada di Balikpapan. Yakni Pelabuhan Kariangau (Terminal Peti Kemas Kariangau).

“Alternatif ini bisa jadi, kami pilih lebih dari satu. Karena mungkin, intensitasnya dari pengangkutan material dan alat ini, cukup tinggi. Bisa jadi tidak cukup pada satu titik saja,” Direktur Transportasi Bappenas Ikhwan Hakim dalam rapat daring, bulan lalu. (kip/riz/k15)