SAMARINDA - Kepala Instalasi humas & PKRS dr.Arysia Andhina membantah kabar dan foto yang beredar adanya pengumuman penuhnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie dan tak bisa menerima pasien. 

"Terkait beredarnya foto di media sosial terkait penutupan IGD RSUD AWS, banner yang terpasang tersebut tidak benar. Karena banner tersebut kita siapkan jika sewaktu-waktu IGD diharuskan tutup, dikarenakan BOR saat ini mencapai 91 persen," kata dr Sisi sapaan akrab dr Arysia. Untuk diketahui, BOR (bed occupansy rate) tak lain adalah tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

dr Sisi mengimbau agar masyarakat turut menekan penyebaran COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Agar bisa membantu tenaga medis rumah sakit yang tak kewalahan menerima pasien terpapar virus tersebut. 

"Oleh karena itu.. mari kita perketat dan disiplin protokol kesehatan ,kami pihak RSUD AWS menghimbau seluruh masyarakat Kalimantan timur khususnya Samarinda untuk tetap waspada demi menghindari peningkatan jumlah pasien covid 19," katanya. 

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Samarinda merilis hari ini ada penambahan 76 kasus baru COVID-19 sehingga total ada 666 kasus dalam perawatan. Sedangkan, kasus kematian yang karena covid-19 terdapat 4 kasus. 

Selain itu, hari ini tim Satgas Covid-19 BPBD Samarinda melakukan pemakaman dengan prokes yaitu Lurah Dadi Mulya Muhammad Yansyah usia 51 tahun dengan status probable COVID-19. (myn)